Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bahwa 1.024 personel satuan tugas (satgas) rumah pompa yang tersebar di seluruh penjuru wilayah akan tetap berjaga selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Pengembanan tugas jaga rumah pompa ini sengaja dilakukan untuk mengantisipasi potensi genangan atau banjir saat lebaran Idul Fitri, selaras dengan informasi yang disampaikan BMKG bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi mulai tanggal 10 sampai dengan 20 Maret 2026.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengungkapkan bahwa ribuan personel ini akan melakukan tugas jaga secara bergantian sistem shift, selama 24 jam.
“Jadi, tetap ada petugas dan pejabat yang bersiaga di lapangan. Setiap jadwal piket akan didampingi oleh pejabat terkait untuk memastikan tindakan cepat bisa segera diambil jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Hidayat Syah, Rabu (18/3/2026).
Hidayat menekankan bahwa langkah ini diambil sesuai dengan arahan Wali Kota Surabaya, di mana seluruh petugas dan pejabat di lingkup DSDABM diharapkan tidak meninggalkan kota atau melakukan perjalanan luar kota selama masa siaga.
“Kami semua standby. Saya sendiri tidak pergi ke mana-mana, tetap di Surabaya untuk memastikan semua sistem berjalan normal,” tegasnya.
Di Surabaya, jumlah rumah pompa yang menjadi tulang punggung pengendalian banjir saat ini berjumlah 83 titik. Menurut Hidayat, peran para petugas operator pompa air, penjaga pintu air, dan petugas pembersih sampah sangatlah krusial.
Menurutnya, masalah utama saat hujan turun bukan hanya soal volume air, melainkan tumpukan sampah yang kerap menyumbat aliran di pintu air.
“Penjaga sampah itu sangat penting. Kalau para operator bertugas menjalankan mesin pompa, tapi yang menjaga pintu air harus memastikan tidak ada sampah yang menumpuk. Terutama saat hujan,” jelas Hidayat.
Dengan kesiapan 1.024 personel dan optimalisasi 83 rumah pompa, Pemkot Surabaya berharap warga dapat merayakan momen Lebaran dengan tenang tanpa rasa khawatir akan ancaman banjir.
“Prinsipnya, pelayanan yang menyangkut keselamatan warga tidak boleh libur. Kami siaga penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan cuaca selama libur panjang ini,” pungkasnya. (rma/ian)






