Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga terdampak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Karangnongko di Sungai Bengawan Solo turut Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro menolak rencana ground breaking yang akan digelar Jumat (22/09/2023).
Penolakan yang dilakukan warga bukan kali pertama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sebelumnya sudah berencana melakukan ground breaking namun batal, setelah mendapat penolakan dari warga. Rencana awal kegiatan tersebut digelar pada Rabu (20/09/2023).
Aksi penolakan warga terhadap rencana ground breaking itu dengan cara membentangkan poster di lokasi strategis sekitar lokasi kegiatan. Dalam poster yang dibentangkan itu juga diberi tulisan sebagai bentuk protes. Sebuah tulisan berwarna merah di latar belakang kuning berbunyi ‘Pak Jokowi tolong kami pak..!!’.
Baca Juga: Ada 5 Dusun di Ponorogo Alami Kekeringan, BPBD Droping Air Bersih
Selain tulisan itu juga ditambah sebuah bentuk protes yang berbunyi, ‘Tegakkan keadilan di desa kami, Desa Ngelo Tercinta ini. Kami wong cilik tidak ingin menderita dengan adanya PSN pembangunan Bendungan Karangnongko’. Selain itu juga terdapat banner lain yang juga berisi protes warga.
Kuasa Hukum Warga Desa Ngelo, Agus Susanto Rismanto mengatakan, aksi penolakan rencana kegiatan ground breaking itu karena permintaan dari warga tidak digubris. Salah satu permintaan warga yakni kepastian jaminan terakomodirnya lahan pengganti sesuai keinginan warga terdampak PSN Bendungan Karangnongko.
“Dari masyarakat yang soal relokasi kan belum terakomodir, jadi membuat gerakan protes. Masalah pembebasan lahan saja belum tuntas kok mau ground breaking,” ujarnya, Kamis (21/09/2023).
Baca Juga: 212 Guru PPPK di Kabupaten Malang Terima Surat Relokasi Tugas
Sementara, aksi protes yang pertama, warga memasang bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk keprihatinan. “Warga Ngelo memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk sikap keprihatinan terhadap pemerintah daerah atas tidak pedulinya terhadap warga Ngelo yang tanahnya akan dibebaskan,” kata pria yang akrab disapa, Gus Ris.
Dijelaskan, kekecewaan warga Ngelo juga disampaikan kepada pemerintah RI serta pihak BBWS yang hanya memberikan layanan terhadap Pemkab Bojonegoro, dan dianggap tidak peduli dengan keresahan serta nasib warga Ngelo dimasa mendatang.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Heri Widodo membenarkan bahwa rencana kegiatan ground breaking pembangunan Bendungan Karangnongko yang rencananya akan digelar besok batal. “Nggih (iya,red),” balasnya melalui pesan singkat saat ditanya soal pembatalan ground breaking PSN Karangnongko. [lus/ian]






