Surabaya (beritajatim.com) – Warga Dukuh Kupang Utara, Surabaya dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang dibuang di tempat sampah dengan bungkus tas kresek warna hitam, Jumat (01/03/2024).
Diperkirakan, mayat bayi itu masih berusia dua hari karena ada bekas darah diduga dari proses melahirkan.
Lurah Dukuh Kupang, Fahmi mengatakan jasad bayi pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah yang tempat sampahnya menjadi lokasi pembuangan. Pemilik rumah bernama Hartono itu curiga lantaran banyak lalat yang hinggap di tempat sampahnya.
Hartono lantas memeriksa tempat sampahnya bersama Ponidi, tukang becak yang biasa mangkal di sekitar rumahnya. Setelah memeriksa beberapa saat, dua warga Dukuh Kupang Utara itu mendapati sumber lalat dari sebuah kresek hitam.
“Pertama kali ditemukan oleh bapak Hartono yang merasa lalat di tempat sampahnya terlalu banyak. Sehingga dia memeriksa bersama pak Ponidi,” kata Fahmi.
Sementara itu, Ponidi memprediksi jasad bayi itu dibuang antara Kamis malam – Jumat pagi. Hal itu dikarenakan, pada Kamis sore ia bersama becaknya ngetem di sekitar lokasi dan memastikan tidak ada kresek warna hitam itu.
“Kalau sampah yang numpuk ini sudah lama 2 hari lalu sudah ada. Tapi (kalau kresek bayi) kemarin malam barang kali (Kamis malam Jumat). Karena Kamis sore, enggak ada,” terangnya.
Selain itu, ia juga menduga kalau jasad bayi itu belum lama meninggal dunia lantaran tidak ada bau busuk yang menyengat. Ia pun memastikan bahwa yang ia temukan di dalam kresek adalah jasad bayi karena ia melihat tangan kiri yang menyembul. Namun, ia tidak bisa memastikan jenis kelamin dari bayi itu.
“Tadi langsung lapor warga dan polisi. Saya ya kaget kok ada tangan bayi sebelah kiri itu setelah kreseknya saya buka dikit-dikit,” pungkasnya.
Jenazah bayi lantas dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian untuk menemukan siapa orang tua dari jasad bayi ini. (ang/ted)






