Lumajang (beritajatim.com) – Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menghadapi ancaman isolasi akibat banjir lahar Gunung Semeru yang meluap ke aliran Sungai Regoyo. Setiap kali hujan mengguyur kawasan puncak gunung, lahar dingin turun dan menutup satu-satunya akses utama mereka: jembatan limpas.
Sebanyak 130 kepala keluarga (KK) yang tinggal di wilayah ini bergantung penuh pada jembatan tersebut untuk keluar masuk dusun. Namun karena jembatan limpas mudah tertutup material saat banjir lahar datang, warga kerap terjebak dan tak bisa beraktivitas di luar dusun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyadari persoalan ini dan tengah mengupayakan langkah penanganan serius, salah satunya dengan mendorong percepatan normalisasi Sungai Regoyo.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan bahwa jembatan limpas yang menjadi akses vital warga merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting yang kini sedang dilakukan.
“Saya sudah lapor Gubernur juga terkait ini, yang paling menting saya lapor pak Menteri PU karena ini jembatan limpas adalah aset Kementerian. Jadi kami berharap segera dilakukan normalisasi,” ujar Indah Amperawati, Jumat (1/8/2025).
Menurut Indah, kondisi jembatan limpas saat ini sudah sangat memprihatinkan. Timbunan material vulkanik akibat banjir lahar dari Semeru telah menutup sebagian besar badan jembatan, bahkan melebihi ketinggian cek dam yang ada di jalur sungai.
“Tertutup materialnya kisaran setinggi enam meter lebih, sampai tertutup, sampai melebihi cek dam. Kondisinya ini akan tetap seperti ini jika tidak dinormalisasi. Apalagi dalam sebulan, hampir dua minggunya warga bisa dilanda banjir dan terisolasi,” terangnya.
Indah berharap pemerintah pusat segera turun tangan melalui program normalisasi sungai agar jalur vital warga tidak terus menjadi korban bencana rutin. Jika dibiarkan, potensi bahaya tidak hanya mengancam mobilitas, tapi juga keselamatan warga, terutama saat curah hujan tinggi atau aktivitas vulkanik meningkat di kawasan Gunung Semeru. [has/beq]






