Lamongan (beritajatim.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta kepada para muslimah pengusaha Aisyiyah agar meningkatkan perannya sebagai pelaku usaha nasional dan terus berkontribusi dalam membangun perdagangan nasional.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 Aisyiyah Lamongan, bertajuk “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”, yang digelar di Gedung Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (6/5/2023).
Hadir dalam acara ini di antaranya Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Lamongan KH Abdul Rouf, Ketua PW Aisyiyah Jawa Timur Rukmini Amar, Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Lamongan Sumu Zanarofah.
Turut pula mendampingi Sekjen Kementerian Perdagangan Suhanto, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Fajarini Puntodewi.
Menurut Zulkifli, peluang perdagangan di dalam negeri dan luar negeri sangat terbuka luas. Selain pasar domestik yang terus tumbuh, dia menyebut, pasar ekspor non tradisional seperti di Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan sangat terbuka luas.
Baca Juga:
894 PPPK Tenaga Kesehatan Lamongan Terima SK
“Saya berharap kehadiran Aisyiyah dapat memberikan kontribusi nyata dan membangkitkan kiprah para perempuan dalam perekonomian dan perdagangan Indonesia. Ada banyak peluang bagi para anggota PW Aisyiyah dan UMKM di Lamongan untuk terus berkontribusi bagi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Mendag.
Selain itu, Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan pentingnya kolaborasi sebagai kunci para pelaku usaha dalam menghadapi dinamika nasional dan global.
Dia berkata, tahun 2023 menjadi tahun yang penuh tantangan. Hal itu disebabkan perang Rusia-Ukraina yang masih belum berakhir, ancaman krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, hingga krisis geopolitik yang masih terus berlanjut.
Kendati demikian, Mendag Zulkifli Hasan mengajak kepada para pelaku usaha, khususnya para muslimah pengusaha, untuk selalu optimis. Pasalnya, ada beberapa kabar bahagia mengenai perekonomian di Indonesia.
“Kita harus bersyukur karena perekonomian Indonesia tahun 2022 tumbuh 5,31%. Pada April 2023, inflasi Indonesia juga tercatat semakin membaik sebesar 4,33% – meskipun periode tersebut adalah bulan Ramadhan dan Idulfitri. Selain itu harga pangan tetap stabil dengan stok yang cukup sehingga momen Idul Fitri tahun ini dapat dirayakan tanpa gejolak pangan,” paparnya.
Tak cukup itu, ungkap Mendag, optimisme juga terjadi dalam kinerja perdagangan luar negeri. Diketahui, neraca perdagangan Indonesia tumbuh surplus selama 32 bulan berturut-turut, dan pada tahun 2022 surplus mencapai USD 54,46 miliar.
“Capaian ini merupakan hasil dari promosi, misi dagang, dan pembentukan kerjasama perdagangan atau kita sebut toll way seperti PTA, FTA, maupun CEPA. Peluang ekspor masih terbuka, meskipun pertumbuhan global diproyeksikan melambat,” bebernya.
Baca Juga:
Lapas Lamongan Kolaborasikan Program dengan UMKM
Lebih lanjut, Mendag Zulkifli menceritakan pengalamannya saat pernah memimpin langsung misi dagang ke Arab Saudi. Ada 8 kerjasama antara pelaku usaha Indonesia dengan 5 pengusaha Arab Saudi dan berhasil membubuhkan kontrak sebesar Rp2,5 triliun. Menurutnya, ke depan, pasar ekspor masih sangat terbuka luas, baik di Timur Tengah maupun negara tujuan ekspor lainnya.
“Ke depan kami akan terus mperkuat dan meningkatkan perdagangan di pasar non tradisional dengan memanfaatkan pangsa pasarnya yang besar. Seperti di Afrika dengan penduduk lebih dari 1 miliar, Timur Tengah dengan penduduk 485 juta, serta Asia Selatan dengan jumlah penduduk 1,84 miliar,” ujar Mendag.
Kemudian di dalam negeri, Mendag Zulkifli Hasan akan menggenjot dan memberdayakan UMKM. Kemendag akan memperkuat kemitraan UMKM dengan ritel modern, marketplace, dan lembaga pembiayaan.
“Saya berharap para anggota PW Aisyiyah dan UMKM di Lamongan terus berkontribusi agar ekosistem perdagangan Indonesia semakin tinggi dan menjadi bagian dalam pencapaian visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi peran penting gerakan dakwah Aisyiyah di Lamongan dalam membangkitkan perekonomian Lamongan pasca pandemi.
“Berkat dukungan dan kolaborasi para kader Aisyiyah dan Muhammadiyah, pemulihan ekonomi bisa kita kelola dengan baik melalui berbagai gerakan moral seperti Gerakan Ayo Ditumbasi (Ayo dibeli) dan Gerakan Ayo Beli Produk Lamongan, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2022 mencapai 5,56%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Bupati Yuhronur.
Bupati Yuhronur Efendi juga mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Musyawarah Daerah ke-12 Aisyiyah Lamongan. “Peranan Aisyiyah sangat relevan sebagai perempuan yang menjalankan peran multifungsi, baik sebagai ibu, isteri, pengurus persyarikatan, karena perempuan merupakan kunci dalam membangun peradaban,” pungkasnya. [riq/beq]






