Magetan (beritajatim.com) – Warga Kecamatan Panekan Magetan, Jawa Timur merasa kecewa karena tak kebagian beras murah dalam operasi pasar beras murah yang digelar di Pasar Panekan, Rabu (8/2/2023.
Tak sampai dua jam, sebanyak tujuh ton beras murah dalam operasi pasar yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan bekerjasama dengan Bulog Cabang Ponorogo habis dibeli oleh masyarakat.
Sebagian warga yang sudah lama mengantre justru tak kebagian. Padahal, dengan harga Rp8.600 per kilogram mereka bisa terbantu agar mendapatkan beras yang lebih murah daripada di pasaran yang mencapai Rp12.000 per kilogram.
Salah satunya Supini warga Dukuh Panger Desa Rejomulyo. Dia mengaku kecewa sudah datang sejak pagi agar bisa mendapatkan beras dengan harga Rp 8500 per kilogramnya. Lantaran keluarganya tidak memiliki sawah, sedangkan harga beras di pasar harganya sudah Rp12 ribu per kilogram.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-beras”]
“Ya kecewa, jauh jauh datang tetapi tidak kebagian. Anggota keluarga saya 7 sedang kami tidak memiliki sawah, bisa dapat beras dengan harga murah bisa berhemat. Di pasar kan harganya sudah Rp12.000 hingga Rp13.000,” katanya, Rabu (8/2/2023).
Kekecewaan juga disampaikan Sumiati warga desa Ngiliran. Meski sudah ikut antre dengan tertib juga tidak kebagian beras murah tersebut. Dia mengaku tidak memiliki sawah yang bisa menghasilkan padi.
“Kecewalah, antri berharap dapat beras tetapi pas giliran saya malah udah habis. Operasi pasar kok setengah hati, katanya pegawai Bulog tadi hanya 7 ton saja yang dibawa. Padahal Kecamatan Panekan ini ada 18 desa dan tidak semua lahannya bisa ditanami padi,” keluh Sumiati.
Tidak hanya Supini dan Sumiati yang mengaku kecewa puluhan warga lain juga kecewa berat. Selain tidak kebagian tidak ada pemberitahuan dari dinas akan adanya operasi pasar tersebut padahal warga sangat mengharapkannya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”bulog”]
Terpisah, Suwarno Kabid Perdagangan Disperindag setempat mengaku hanya mengatur jadwalnya saja, kapan dan dimana bisa operasi pasar. Mengenai jumlah beras yang disediakan, kewenangannya ada pada Bulog.
“Kami hanya mengatur jadwal operasi pasar, mengenai jumlah beras yang didistribusikan ada pada kewenangan Bulog. Besok ada lagi bila warga mau datang. Ada dua tempat di Pasar Sayur dan di Sukomoro,” terangnya.
Warga Panekan berharap ada operasi pasar lagi di wilayahnya mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan terutama desa-desa yang berada di pegunungan dan tidak memiliki lahan sawah. [fiq/suf]






