Pacitan (beritajatim.com) – Dengan tergopoh-gopoh, seorang pengunjung Pasar Arjosari Pacitan berlari keluar dari dalam pasar, menghampiri truk yang terparkir di pinggir jalan tepat di depan area pasar.
Truk tersebut mengangkut 30 ton beras SPHP dan karton minyak goreng Minyakita yang dijual murah oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui program pasar murah.
“Takut nggak kebagian beras, katanya ada pasar murah. Ternyata masih banyak,” ujar Mestiyah.
Pasar murah yang digelar Senin (11/8/2025) pagi itu diserbu warga dan pedagang. Beras SPHP dan minyak goreng Minyakita disiapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pacitan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Suryadi, warga Kecamatan Tegalombo yang juga kuli angkut di pasar, juga tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. “Ya lebih murah. Kalau beli di toko 60 ribu lebih, tadi beli dua sak isi 5 kiloan,” jelasnya.
Harga beras SPHP di pasar murah tersebut dijual Rp56.500 per kemasan 5 kilogram, sedangkan minyak goreng Minyakita seharga Rp15.000 per liter.
Meski pembelian dibatasi dua bungkus beras dan dua liter minyak goreng per orang, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pembeli mendapatkan lebih dari batas yang ditentukan. Ironisnya, pelanggaran itu justru dilakukan oleh pedagang pasar untuk dijual kembali.
Program Gerakan Pangan Murah (GPM) ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dan mengurangi beban masyarakat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. (tri/ian)






