Surabaya (beritajatim.com) – Spanyol resmi keluar sebagai juara setelah menundukkan Argentina di partai final Piala Dunia 2026. Hasil ini bukan kebetulan, tapi buah dari kedisiplinan dan kerja sama tim yang matang di lapangan.
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat PhD menilai keberhasilan kampiun Eropa itu sudah terprediksi berkat performa konsisten dan mental bertanding yang stabil.
“Sebelum pertandingan dimulai, kita sempat membuat analisis bahwa Spanyol memiliki peluang besar untuk menang. Alasan rasionalnya jelas, mereka bermain sangat konsisten, punya kerja sama tim yang kompak, dan mental yang stabil,” ujar Supangat, Senin (20/7/2026).
Prediksi tersebut terbukti akurat di lapangan hijau. Namun, ia mengingatkan bahwa hitungan di atas kertas tetap harus dibuktikan dengan kerja keras dan proses panjang sebuah tim.
“Hasil hari ini adalah buah dari proses panjang yang dilewati Spanyol. Kita bersyukur analisis tersebut tepat, tanpa ada rasa untuk menyombongkan diri,” tambahnya.
Selain memuji sang juara, apresiasi tinggi juga diberikan kepada timnas Argentina. Skuad Tango dinilai tampil pantang menyerah dan terus memberikan perlawanan sengit hingga peluit panjang berbunyi.
“Apresiasi besar juga kita berikan kepada tim Argentina yang sudah memberikan perlawanan terbaik. Kalian semua telah menunjukkan keindahan sepak bola yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Perbedaan gaya bermain dari kedua kubu menghadirkan tontonan yang menarik. Pertandingan ini sekaligus membawa pesan humanis tentang pentingnya saling menghargai perbedaan dalam dunia olahraga.
“Dari perjuangan kedua tim, kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang humanis dan menghargai keberagaman. Perbedaan gaya main dari dua negara ini justru membuat pertandingan menjadi sangat indah,” jelas akademisi tersebut.
Nilai sportivitas dan kerja keras ini sejalan dengan karakter yang terus dibangun Untag Surabaya. Sivitas akademika didorong untuk selalu berani menghadapi rintangan dan berkompetensi secara jujur.
“Kemenangan sejati tidak datang tiba-tiba, tapi lahir dari proses yang matang, disiplin, dan keberanian untuk mengambil keputusan penting,” pungkas Supangat. [ipl/aje]






