Gresik (beritajatim.com) – Wapres KH Ma’aruf Amin mendukung daerah Gresik menjadi kawasan industri halal (KIH) usai menerima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani di kediamannya Jalan Diponegoro Jakarta Pusat.
Dalam pertemuannya itu, Wapres mendukung rencana Pemkab Gresik yang hendak membangun KIH untuk mendukung pengembangan ekonomi, dan keuangan syariah di Indonesia.
“Kita memang mendorong pertumbuhan KIH. Itu memang program pemerintah dan salah satu fokus dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kita,” ujar Wapres KH.Ma’aruf Amin, Jumat (12/11/2021).
Masih menurut KH.Ma’aruf Amin salah satu fokus dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah pengembangan industri halal yakni dengan memperbanyak KIH.
“Di Jawa Timur sudah ada KIH safe n lock Sidoarjo, saya kira tidak apa-apa dikembangkan juga KIH di Gresik,” ungkapnya.
Terkait dengan ini, Wapres meminta Bupati Gresik untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur guna melengkapi segala persyaratan administratifnya.
“Yang penting berkoordinasi dengan Gubernur, dan kalau sudah memenuhi syarat (lanjut) ke Kementerian Perindustrian untuk memperoleh legalitasnya,” katanya.
Saat ini, ada tiga KIH yang telah memperoleh penetapan dari Kementerian Perindustrian yaitu Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Modern Cikande Industrial Estate di Serang-Banten, dan Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan.
“Saya dengar sedang proses juga dua KIH di NTB. Mungkin juga Riau dan Batam sedang dipersiapkan,” imbuh KH.Ma’aruf Amin.
Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani melaporkan kepada Wapres bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan membangun KIH di lahan seluas 204 hektar di wilayah Kecamatan Sidayu, Manyar, dan Bungah.
“Di Manyar sendiri ada pelabuhan internasional dan merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kebetulan Sidayu ini bisa kita peruntukkan untuk kawasan industri halal,” ujar Gus Yani sapaan akrabnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Adapun pembangunan KIH ini, lanjut Fandi, akan bekerjasama dengan perusahaan Petrokimia dan Semen Gresik.
“Kerjasamanya nanti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan memasok produk ke KIH,” paparnya.
Gus Yani memastikan bahwa terkait pemasaran dan pengangkutan tidak akan menjadi masalah karena Gresik memiliki banyak pelabuhan baik yang umum maupun khusus.
“Nanti targetnya adalah untuk ekspor. Kebetulan kami sudah berkomunikasi dengan beberapa eksportir dari mancanegara, seperti eksportir sapi dari Brazil,” ungkapnya.
Lebih jauh, Fandi menjelaskan bahwa KIH Gresik salah satunya akan dijadikan tempat pengolahan daging sapi mulai dari pemotongan hingga pengemasan untuk kemudian diekspor khususnya ke negara-negara muslim.
“Jadi nanti KIH akan mengambil sapi dari Brazil kemudian dipotong dan dipasarkan kembali ke negara-negara tetangga dan Timur Tengah,” pungkasnya. (dny/ted)






