Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tolak penutupan program SMP Terbuka di sejumlah SMP Negeri di Surabaya. Dia menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak memiliki rencana untuk mengakhiri program tersebut.
“Kalau dari pemerintah kota (Pemkot Surabaya) tidak ada, rencana menutup itu tidak ada,” papar Eri, Rabu (26/6/2024)
Eri secara tegas melarang meski beberapa sekolah sudah berencana menutup program SMP Terbuka lantaran terkendala biaya operasional. Diketahui, anggaran untuk program ini sudah berhent sejak 2021.
Menurut Eri, program SMP Terbuka ini langsung terhubung dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Katanya, SMP Terbuka sangat penting, untuk mendorong indeks pembangunan manusia.
“Sekolah SMP terbuka itu juga bagus sebetulnya. Itu berguna untuk mengurangi ketika anak putus sekolah. Sehingga Indeks pembangunan manusianya bisa naik,” terang Wali Kota Surabaya itu.
Dari situ, Eri menyampaikan, kalau pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Khususnya untuk mencari solusi soal keberadaan SMP Terbuka.
“Kita akan berkoordinasi dulu. Bagaimana ketika itu akan ditutup. Solusinya apa. Itu yang kita cari nanti ya,” pungkas Eri.
Sebelumnya, salah seorang guru SMP Terbuka di SMPN Surabaya yang hanya berkenan disebut inisial M menjelaskan, alasan ingin menutup SMP Terbuka karena sudah kulahan, bila harus mandiri menanggung dana operasional siswa siswi Kelas Terbuka.
“Para siswa di kelas SMP Terbuka ini benar-benar tidak mampu. Mereka berasal dari latar belakang keluarga miskin, broken home, dan lain-lain,” kata M, Selasa (4/6/2024).
“Para guru dan karyawan patungan Rp33 ribu dari uang gaji bulanan untuk biayai pendidikan gratis, membelikan buku, tas, sepatu, dan sepeda angin,” imbuhnya.
Sedangkan, seorang wakil kepala di SMP tersebut inisial A berharap, pemerintah Surabaya turut memberikan perhatian terhadap SMP Terbuka ini.
“Terkait kondisi guru dan sekolah SMP Terbuka yang seperti ini. Harapan kami, ya, segera ada solusi begitu. Bukan masalah mampu tidak mampu mengelola. Tapi kalau SMP Terbuka di tempat lain banyak yang tutup dan lihat kondisi ini. Tentu kami pihak sekolah akan berpikir dua kali,” tutup A. [ram/beq]







2 Komentar
segera untuk mencari solusinya Dengan musyawaroh untuk mencapai mufakat
agar anak” yg terlantar atau Warga yg tdk mampu, putus sekolah bisa di arahkan yang lebih baik untuk pendidikan.
Ayo pak eri fasilitasi pendidikan 9thn agar semua warga bisa mengenyam pendidikan.menjadi warga yg berkualitas….. semangat …pak er….