Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pendidikan Kota Surabaya menilai pemerintah telah lepas kontrol terkait keberadaan SMP Terbuka. Bahkan, kondisi SMP Terbuka yang terancam tutup tidak pernah menjadi pembahasan dalam rapat antara Dinas Pendidikan dengan Dewan Pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Yuli Purnomo mengungkapkan, sejak 3 tahun lalu Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak membahas keberlangsungan SMP Terbuka. Dia mengaku tidak tahu apa alasan Dispendik tidak melakukan pembahasan.
“Dewan Pendidikan pun belum mengetahui sama sekali. Sebab, kelihatannya di akhir-akhir ini juga tidak ada anggaran SMP Terbuka. Kalau tidak salah sudah berjalan sejak 3–4 tahun ini (tidak ada anggaran),” ungkap Yuli, Rabu (5/6/2024).
Yuli pun menyatakan wajar jiksa para guru maupun pengelola sekolah menjerit. Sebab, program SMP Terbuka ini telah lepas kontrol dan tidak pernah dievaluasi oleh Pemerintah.
“Akhir-akhir ini (SMP Terbuka) sudah tidak kedengaran kembali. Memang nyatanya ini lepas kontrol, dari evaluasi dan monitoring pihak berwenang,” terang Yuli.
Padahal, lanjut Yuli, program SMP Terbuka ini tak bisa ditutup secara sepihak oleh pihak sekolah. Penutupan itu harus bisa dipertanggungjawabkan lantaran berkaitan dengan anggaran.
“Ini mengacu kepada Undang-undang. Harusnya biaya operasional mendapat kucuran dari Pemkot (Surabaya). Juga harus bisa dipertanggungjawabkan, sebab mengacu kepada anggaran. Bukan ditanggung guru-guru mandiri,” jelasnya.
Yuli juga merasa prihatin apabila program ini terpaksa terbengkalai. Karena peruntukan SMP Terbuka ini khusus bagi anak-anak kurang beruntung atau dari keluarga kurang mampu.
“Yang menikmati ini adalah anak-anak Surabaya, KK Surabaya yang dari keluarga belum beruntung atau keluarga kurang mampu. Jadi sayang, kalau program seperti ini terpaksa berhenti,” kata Yuli.
Dia berharap, secepat mungkin pemerintah harus mengambil langkah evaluasi. Di mana, salah satu diantaranya adalah dengan memonitoring tenaga pendidik, menggali potensinya. Dan memberi lagi dana operasional.
“SMP terbuka ini mau tidak mau harus digalakkan lagi dan diperkuat lagi. Lebih diperhatikan potensi dan kopentensi pendidiknya, supaya ini tidak jatuh menjadi suatu catatan,” tutup Ketua Dewan Pendidikan Surabaya itu. [ram/beq]






