Madiun (beritajatim.com) – Curah hujan rendah beberapa pekan terakhir membuat volume air Waduk Dawuhan di Desa Sidomulyo Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun, Jawa Timur mulai menyusut. Terhitung, volume penurunan mencapai 35 persen.
Petugas Operasi Waduk Dawuhan Agung Wirasat bercerita, penyusutan volume air mencapai sekitar 2,6 juta meter kubik dari kapasitas normal 3,9 juta meter kubik. Padahal, ada ribuan hektar lahan yang bergantung pada air di Waduk Dawuhan.
“Sisa sekitar 200.000 meter kubik untuk pemeliharaan Tugu Bendungan. Waduk Dawuhan mengaliri 1.273 hektar lahan pertanian di 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Madiun, Kecamatan Wonoasri, dan Kecamatan Balerejo,” kata Agung, Selasa (6/6/2023).
Meski menyusut, volume air saat ini masih bisa mengaliri kebutuhan pertanian warga. Sistem pengairan terus dibuka untuk mengairi sawah masyarakat.
“Untuk besar kecil debit air, mengikuti kebutuhan pertanian sejumlah warga desa setempat,” tuturnya.
Baca Juga: Kakek di Madiun Ditemukan Meninggal di Pinggir Waduk Widas
Dari catatanya, Waduk Dawuhan pernah mengalami penyusutan volume air dengan jumlah maksimal ada tahun 2020. Hingga saat itu ait waduk tinggal 10.000 meter kubik saja untuk pemeliharaan tugu bendungannya.
“Waktu itu hanya sisa 10.000 meter kubik untuk pemeliharaan Tugu Bendungan. Penyebabnya sama. Mulai kekeringan panjang, kemarau yang lama, dan intensitas curah hujan rendah,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, dia memprediksi jika masih akan turun hujan meski sudah memasuki musim kemarau. Namun, volume air akan terus dipantau.
“Kami prediksi kedepan cuaca masih normal. Sambil terus memantau volume debit air agar sawah pertanian tetap dapat aliran dengan baik,” tuntas Agung. [fiq/ted]






