Madiun (beritajatim.com) – Sebanyak 52 abang becak di Kota Madiun dan sekitarnya terdaftar sebagai peserta penerima Becak Listrik Prabowo (Cakpro) yang dilaunching di Lapangan Gulun pada Senin (29/1/2024). Alat transportasi tersebut diluncurkan oleh Presiden Cakpro, Nanis S. Deyang.
Belakangan diketahui, ternyata becak listrik tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma atau gratis. Becak tersebut bisa digunakan dengan sistem pinjam pakai berbasis kemitraan.
Salah seorang pengguna becak listrik, Suwiryo mengatakan sudah menjajal becak listrik tersebut. Dia mengaku sudah mengikuti pelatihan menggunakan becak listrik yang saat ini masih masa maintenance itu.
“Ini saya sudah coba dan memang enteng dan enak. Membantu saya yang tenaganya sudah tidak seperti dulu. Ya ini habis belajar,’’ kata lansia yang biasa mangkal di Pasar Sleko, Kota Madiun itu.
Namun, perihal kemitraan dia mengaku belum benar-benar memahami. Ini lantaran Suwiryo tidak membaca surat kontrak kerja kemitraan tersebut.
‘’Saya pas nggak bawa kacamata. Kemitraan belum paham,’’ kata Suwiryo.
Pengguna lainnya, Soegeng, asal Madiun mengaku jika dirinya memang sudah belajar menggunakan becak listrik. Dia bahkan diundang langsung ke rumah Presiden Becak Listrik Cakpro di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
“Ya kami memang baru dilatih hari ini tadi. Termasuk bagaimana cara isi baterainya. Kemudian, juga mengurus soal kemitraan itu. Meskipun kami belum tahu nanti bagaimana hukumnya (soal aturan). Karena tadi butuh hukum dulu begitu,’’ terang Sugeng.
Presiden Becak Listrik Cakpro Nanik S. Deyang mengatakan, pihaknya memang tidak memberikan becak tersebut secara gratis melainkan melalui sistem pinjam pakai. Abang becak harus tergabung dalam kemitraan untuk bisa menggunakan becak listrik tersebut.
“Kemitraan ya ini. Bapak-bapak ini kan sehari nanti bayar Rp2.000 untuk maintenance (pemeliharan). Termasuk jika nanti bapak ini sudah tidak menjadi pengayuh becak, maka becaknya bisa dipakai yang lain lagi,” kata Nanik.
“Kalau waktu pembagian di Gulun itu, memang becaknya kami bawa ke sini lagi. Tujaunnya agar bapak-bapak penerima ini bisa belajar,” lanjutnya.
Dia mengaku jika penyaluran becak listrik itu bukan untuk kepentingan kampanye. Melainkan karena kemanusiaan. [fiq/beq]






