Bojonegoro (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro menindaklanjuti keresahan warga Desa Pacul setelah video seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memukul pengendara motor menggunakan kayu menjadi viral di media sosial. Aksi nekat yang terekam kamera itu memicu kekhawatiran besar bagi para pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut pada Selasa (27/1/2026).
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bojonegoro, Budiono, mengonfirmasi bahwa timnya segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penelusuran intensif tak lama setelah laporan masuk. Namun, saat petugas tiba di tempat yang dimaksud, pria yang mengidap gangguan kejiwaan tersebut dilaporkan sudah tidak berada di area publik.
“Berdasarkan keterangan warga setempat, yang bersangkutan merupakan warga Desa Pacul dan memang sering mengalami kekambuhan dengan perilaku yang tidak menentu,” ujar Budiono saat memberikan keterangan di Bojonegoro. Identitas pria tersebut kini telah dikantongi oleh aparat keamanan dan pemerintah desa setempat guna mempermudah proses pemantauan.
Pihak Satpol PP kemudian berkoordinasi secara terpadu dengan Bhabinkamtibmas Desa Pacul serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Wisma Indah untuk menangani situasi. Langkah kolaboratif ini diambil guna memastikan penanganan terhadap ODGJ dilakukan sesuai prosedur tetap yang mengedepankan aspek keamanan sekaligus kemanusiaan.
“ODGJ tersebut sudah didatangi keluarganya dan diberikan pengarahan bersama pihak desa dan Bhabinkamtibmas. Saat ini yang bersangkutan dirawat oleh keluarganya sendiri dengan pengawasan,” jelas Budiono terkait status terkini pria tersebut.
Pihak keluarga menyatakan komitmennya untuk lebih ketat menjaga anggota keluarganya agar tidak membahayakan masyarakat umum lagi. Selain pengawasan dari pihak internal keluarga, tenaga kesehatan dari Puskesmas Wisma Indah juga memberikan intervensi medis berupa pemberian obat penenang.
Tim medis dijadwalkan akan melakukan pemantauan berkala guna memastikan stabilitas kondisi kejiwaan pasien demi menjamin ketertiban di lingkungan sekitar.
Satpol PP Bojonegoro meminta masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menemukan peristiwa serupa di jalanan. Budiono menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar ketertiban umum tetap terjaga tanpa mengabaikan hak-hak dasar para penderita gangguan jiwa.
“Pendekatan yang kami lakukan adalah persuasif dan humanis, dengan melibatkan keluarga serta tenaga kesehatan,” pungkasnya. [lus/beq]






