Malang (beritajatim.com) – Seorang mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang berinisial ROS menjadi viral di media sosial karena diduga melakukan kekerasan dan memaksa aborsi pada perempuan yang dihamilinya. Kelakuan ROS, yang diduga telah memaksa perempuan untuk aborsi sebanyak tiga kali, diungkap oleh akun X @atalaricc.
Dalam unggahan yang dibuatnya, @atalaricc menjelaskan bahwa ROS telah menghamili perempuan hingga tiga kali dan memaksa mereka melakukan aborsi. Akun tersebut menuliskan, “Menghamili cewek tiga kali dan tidak bertanggung jawab, parahnya lagi keluarganya melindungi kesalahannya.”
Salah satu korban yang dipaksa ROS dan keluarganya untuk aborsi adalah seorang perempuan berinisial B. B ditekan untuk mengunjungi dokter kenalan keluarga ROS demi melakukan aborsi.
Saat B menolak, ia justru mendapat cemoohan dan tekanan dari keluarga ROS. Bahkan ketika B meminta pertanggungjawaban, keluarga ROS dengan santai menyatakan bahwa mereka akan bertanggung jawab, yang ternyata hanya berupa bantuan untuk melakukan aborsi.
“Dalam kondisi psikis B yang sudah tidak stabil, ROS malah menekan B untuk pergi ke dokter kenalan keluarganya yang bisa melakukan aborsi. B menolak, tetapi akhirnya malah dimaki oleh keluarganya dan disebut ‘perempuan tidak benar’ karena tidak mau menggugurkan kandungannya,” tulis @atalaricc.
Tekanan demi tekanan tersebut membuat kondisi mental B semakin memburuk hingga harus dirawat di rumah sakit. Dalam kondisi tersebut, ROS tidak menunjukkan itikad baik untuk membantu. Bahkan, ROS mengaku sengaja membohongi B dan bersikap manipulatif agar aborsi dapat dilakukan.
“Sampai akhirnya B dirawat di RS, cowok ini tetap membiarkannya sendirian tanpa menjenguk sekalipun, bahkan mendoakannya mati. ROS mengakui bahwa dia sengaja membohongi B dengan cara manipulatif dan memaksa agar aborsi berhasil,” lanjut akun tersebut.
Selain pemaksaan aborsi, @atalaricc juga mengungkap bahwa ROS melakukan kekerasan fisik terhadap B ketika B menolak ajakan untuk berhubungan intim. Unggahan itu juga disertai foto luka memar yang dialami B, diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh ROS.
Atas kejadian ini, @atalaricc merasa geram karena ROS masih bisa hidup tenang meski telah menyakiti banyak perempuan. Mulai dari pemaksaan aborsi, kekerasan fisik, hingga kekerasan verbal yang juga dilakukan oleh keluarganya.
“Tiga kali kejadian dan dia masih bisa hidup normal tanpa memikirkan perasaan korbannya. Dia juga masih bisa bersenang-senang tanpa ada niat untuk berubah karena setiap kesalahan yang dia lakukan selalu dilindungi oleh keluarganya,” tulis @atalaricc.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kelanjutan kasus ini. Saat ditanya apakah korban sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, @atalaricc belum memberikan respon. (dan/ian)






