Ringkasan Berita
F. Irfando Jovan Kantur, lulusan Program Studi Akuntansi Universitas Nusantara PGRI Kediri, meraih IPK 3,96 dan menjadi salah satu wisudawan terbaik.
Jovan menyelesaikan kuliah selama empat tahun dengan dukungan beasiswa KIP Kuliah, di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.
Ibunya, Veronika Endang Sulistiawati, bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan menjadi motivasi utama Jovan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Wisuda ke-68 UNP Kediri digelar selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, dengan total peserta wisuda sekitar 1.800 orang lebih.
Anak Pekerja Rumah Tangga Raih IPK 3,96, Jovan Persembahkan Kelulusan untuk Ibu
Kediri (beritajatim.com) – Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghalangi F. Irfando Jovan Kantur menyelesaikan pendidikan tinggi dengan prestasi membanggakan. Lulusan Program Studi Akuntansi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri itu meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96 dan menjadi salah satu wisudawan terbaik pada wisuda ke-68 UNP Kediri di Insumo Palace, Selasa (27/10/2026).
Prestasi tersebut terasa istimewa bagi Jovan. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang tumbuh bersama ibunya, Veronika Endang Sulistiawati, seorang pekerja rumah tangga. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Jovan dapat menempuh pendidikan tinggi berkat dukungan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Jovan menyelesaikan studi selama empat tahun. Baginya, keberhasilan meraih gelar sarjana bukan semata-mata pencapaian akademik, melainkan buah dari doa orang tua, bimbingan dosen, serta dukungan kampus dan pemerintah melalui program beasiswa.
“Puji Tuhan, saya bersyukur bisa diwisuda pada kesempatan kali ini dan lulus tepat waktu. Ini semua berkat doa orang tua, Bapak dan Ibu dosen Program Studi Akuntansi, serta dukungan pihak kampus dan pemerintah melalui beasiswa,” ujar Jovan.
Ia mengaku berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal agar dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target. Raihan IPK 3,96 sekaligus predikat wisudawan terbaik menjadi hasil dari perjuangan selama empat tahun di bangku kuliah.
Ibu Jadi Motivasi Utama
Di balik prestasi Jovan, sosok sang ibu menjadi sumber motivasi terbesar. Ia mempersembahkan kelulusannya untuk perempuan yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.
“Ini saya persembahkan untuk ibu saya. Bagi saya, ini bukan hasil akhir, tetapi awal untuk terus belajar dan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Jovan mengatakan, ibunya merupakan pihak yang paling berjasa mengantarkannya sampai ke tahap tersebut. Selain dukungan keluarga, beasiswa KIP Kuliah menjadi faktor penting yang membuatnya dapat melanjutkan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan biaya.
Ia juga memiliki rencana melanjutkan perjalanan akademik dan profesional setelah wisuda. Jovan mengungkapkan telah menerima offering dari sebuah institusi di Surabaya, dengan rencana mulai pada 2 November 2026.
Ibu Berharap Anak Bisa Membantu Keluarga

Veronika Endang Sulistiawati mengaku bersyukur melihat putranya berhasil menyelesaikan kuliah dan meraih prestasi akademik. Sebagai pekerja rumah tangga, persoalan ekonomi menjadi salah satu tantangan terberat dalam membesarkan dan menyekolahkan kedua anaknya.
Endang bekerja pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dukungan KIP Kuliah membantu putranya mengakses pendidikan tinggi, sehingga keterbatasan biaya tidak sepenuhnya menjadi penghalang bagi Jovan untuk menyelesaikan studi.
Ia berharap keberhasilan putranya menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
Endang ingin Jovan dapat membantu keluarga dan membawa perubahan positif setelah menyelesaikan pendidikan. Baginya, pencapaian sang anak merupakan kebahagiaan tersendiri setelah melewati berbagai keterbatasan.
Wisuda ke-68 UNP Kediri Diikuti Lebih dari 1.800 Peserta
Sementara itu, Ketua Pelaksana Wisuda ke-68 UNP Kediri sekaligus Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Dr. Sulistyono, M.Si., mengatakan pelaksanaan wisuda berlangsung selama tiga hari, yakni 27, 28, dan 29 Oktober 2026.
Menurut Sulistyono, jumlah peserta wisuda secara keseluruhan mencapai sekitar 1.800 orang lebih. Wisuda tersebut melibatkan lulusan dari lima fakultas, yakni Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta program Pascasarjana.
Ia berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan keluarga ketika mulai berkiprah di tengah masyarakat.
“Pesan saya, yang pertama selalu menjaga nama baik almamater dan keluarga. Ketika mereka hidup di tengah-tengah masyarakat, menjaga nama baik keluarga dan almamater itu penting,” ujarnya.
Sulistyono juga menyebut jumlah mahasiswa baru UNP Kediri pada tahun ini masih dapat dipertahankan di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat. Menurut dia, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlangsungan kampus.
Ia mengakui kehadiran program studi di luar kampus utama (PSDKU) dari perguruan tinggi negeri di wilayah Kediri dan Nganjuk turut memperketat persaingan. Namun, UNP Kediri berupaya menjaga kualitas pendidikan agar tetap menjadi pilihan masyarakat.
Beasiswa KIP Kuliah Buka Akses Pendidikan
Sulistyono menjelaskan, program KIP Kuliah menjadi salah satu upaya untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi memenuhi kemampuan akademik.
Menurutnya, mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga berpeluang meraih prestasi akademik apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan pendidikan yang memadai.
Ia menyebut terdapat sekitar tiga mahasiswa penerima KIP Kuliah yang berhasil menjadi wisudawan terbaik di program studi masing-masing pada pelaksanaan wisuda kali ini.
Kisah Jovan menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan biaya pendidikan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga sederhana untuk menyelesaikan kuliah dan meraih prestasi.
Bagi Jovan, gelar sarjana dan IPK 3,96 bukanlah akhir perjalanan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk terus berkembang, membantu keluarganya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. [nm/but]






