Malang (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, bakal melakukan evaluasi Sistem pembayaran parkir menggunakan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan Pasar Oro-oro Dowo. Hal ini menyusul rusaknya kode QRIS di pasar semi modern itu.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengungkapkan langkah terdekat adalah melakukan evaluasi penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai. Salah satu langkah ekstrem adalah memasang kode QRIS di pakaian jukir agar tidak rusak.
“Maka ini kami evaluasi bersama-sama dengan teman-teman tim. Sangat mungkin akan kita lakukan skema yang lain. Bisa nanti di pakaian,” ujar Widjaja, Kamis, 24 Juli 2025.
Widjaja menganggap cara itu ampuh untuk mencegah kerusakan. Sebab, peristiwa ini bukan yang pertama kali di Kota Malang. Untuk itu jika kode QRIS menempel di baju juru parkir kemungkinan kerusakan kecil.
“Misalnya tidak lagi kita pasang di jalan. Tapi kami tempelkan pada petugas (QRIS-nya). Karena kita belum tahu persis merusak atau disengaja maupun tidak sengaja,” ujar Widjaja.
Widjaja mengatakan QRIS adalah metode pembayaran digital atau non tunai untuk mengikuti perkembangan zaman. Para jukir diminta untuk beradaptasi dengan tantangan zaman. Apalagi banyak pengunjung yang memilih pembayaran dengan cara yang praktis.
“Saya sampaikan berulang-ulang bahwa parkir, transportasi itu adalah terkait dengan perilaku. Perilaku identik dengan adab ya. Ini perlu terus-menerus. Perilaku ini kita butuhkan waktu,” ujar Widjaja.
“Kami butuh partisipasi masyarakat. Satu, gunakan pembayaran secara QRIS tersebut. Kedua, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan itu, laporkan kepada kami pada Dishub, dan kami tindak lanjuti sebagaimana ketentuan juga,” imbuhnya. [luc/aje]






