Ringkasan Berita:
- BEC 2026 menjadi magnet wisata yang mendorong okupansi homestay dan hotel di Banyuwangi.
- Tingkat hunian penginapan telah penuh sejak musim libur sekolah, bahkan sebelum BEC digelar.
- Wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia dan Belanda, datang untuk menyaksikan BEC.
- Pemkab Banyuwangi menilai penyelenggaraan event mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Berbagai agenda wisata yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Salah satunya melalui gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang berhasil mendongkrak tingkat hunian homestay dan hotel hingga nyaris penuh.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan berbagai event di daerahnya memang dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.
“Inilah yang kami harapkan dari digelarnya event di Banyuwangi, salah satunya BEC. Semua sektor ikut bergerak. Seluruh elemen mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya,” kata Ipuk, Senin (20/7/2026).
Lonjakan wisatawan sebenarnya sudah mulai terasa sejak musim libur sekolah. Puncaknya terjadi menjelang pelaksanaan BEC pada 16–18 Juli 2026.
Owner Didu’s Homestay, Maya Subagio, mengaku seluruh kamar penginapannya telah habis dipesan jauh sebelum BEC berlangsung.
Menurutnya, sebagian besar tamu yang menginap merupakan wisatawan mancanegara yang sengaja datang untuk menikmati rangkaian agenda wisata di Banyuwangi.
“Tanggal 17-18 sudah penuh dibooking sejak jauh-jauh hari bahkan sejak musim liburan. Bahkan tamu dari Australia dan Belanda sengaja long stay untuk menyaksikan BEC,” ujarnya.
Maya menuturkan pihaknya secara rutin menginformasikan jadwal berbagai event di Banyuwangi kepada para tamu maupun melalui kanal resmi penginapannya. Strategi tersebut dinilai efektif menarik wisatawan untuk datang dan menginap.
“Tak sedikit yang akhirnya datang dan menginap di tempat kami saat ada gelaran event di Banyuwangi,” katanya.
Tingginya permintaan kamar juga terlihat di sejumlah platform pemesanan daring seperti Traveloka, Agoda, dan layanan pemesanan hotel lainnya. Pada periode 16–18 Juli, banyak hotel di Banyuwangi tercatat penuh atau hanya menyisakan satu hingga dua kamar.
Beberapa hotel yang mengalami tingkat hunian tinggi di antaranya Ilira Hotel Banyuwangi, El Royale Hotel Banyuwangi, Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Hotel Santika Banyuwangi, Kokoon Hotel Banyuwangi, Ketapang Indah Hotel, Hotel Blambangan, serta sejumlah hotel lainnya.
Asisten Sales and Marcom Manager Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Hilman Thonthowi, mengatakan okupansi kamar di hotelnya hampir menyentuh 100 persen.
Bahkan, beberapa tipe kamar telah habis terjual selama penyelenggaraan BEC.
“Alhamdulillah hal ini terjadi setiap tahun. Trennya tiap ada gelaran event di Banyuwangi, salah satunya BEC ini kamar di ASTON juga selalu penuh,” jelasnya. [alr/beq]






