Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan 5 guru besar (gubes) pada Selasa (18/7/2023). Pengukuhan kelima gubes yang berlangsung di gedung Aula GKB A19 ini membuat UM kini memiliki 124 guru besar.
“Dengan demikian total Guru Besar bergelar Profesor berjumlah 124 orang,” ujar Ketua Komisi Guru Besar UM, Prof. Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd, Selasa (18/7/2023).
Kelima gubes yang dikukuhkan yaitu, Prof. Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes (Bidang Ilmu Pembelajaran Gerak dan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan), Prof. Dr. Alif Mudiono, M.Pd (Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan), Prof. Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M.Sc (Bidang Kimia Analitik Lingkungan, Fakultas MIPA), Prof. Dr. Evi Susanti, Ssi, M.Si. (Guru Besar Biokimia Fakultas MIPA) dan terakhir Prof. Dr. Hakkun Elmunsyah St.,Mt (Fakultas Teknik).
BACA JUGA:
282 Atlet UM Bakal Berlaga di Pomprov Jatim 2023
Prof. Siti Nurrochmah menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ‘Implementasi dan integrasi bidang kinesiologi dan ilmu gizi untuk mendukung optimalisasi keberhasilan belajar motorik siswa’. Menurut gubes FIK ini komponen kemampuan motorik diperlukan untuk menunjang kebutuhan agar diperoleh efisiensi gerak. Di samping itu, juga untuk peningkatan kualitas unjuk kerja jenis keterampilan gerak yang akan dikuasai.
“Penting menerapkan prinsip mengulang gerakan melalui latihan pada komponen kemampuan fisik pada keterampilan yang dipelajari. Latihan bentuk aktivitas fisik diarahkan untuk penguasaan keterampilan gerak yang diinginkan,” katanya.
Oleh karena itu, kata Prof Nurrochmah diperlukan pelatihan terhadap kemampuan fisik yang mendukung kelancaran penguasaan keterampilan gerak yang dipelajari. Di Samping diperlukan kemampuan fisik untuk penguasaan keterampilan gerak. “Tubuh memerlukan asupan nutrisi yang mengandung seluruh zat gizi yang cukup baik ditinjau segi kuantitas dan kualitas,” tuturnya.
Prof. Alif Mudiono menyampaikan orasi ilmiah bertajuk ‘Inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi dan karakter di sekolah dasar abad 21’. Menurutnya, implementasi pembelajaran bahasa Indonesia melalui Profil Pelajar Pancasila terdapat empat keterampilan yang dijadikan tolak ukur dalam penilaian.
BACA JUGA:
Hadapi Uji Kompetensi, Mahasiswa PPG UM Diajak Refreshing Mental dan Spiritual
“Empat keterampilan tersebut terdiri dari keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan kurikulum merdeka belajar, maka guru dapat menyediakan suatu materi pembelajaran yang memiliki variasi berbeda-beda sehingga siswa dapat berproses dengan belajar sesuai bakat dan minat siswa,” terang gubes FIP ini.
Prof. Sc. Anugrah Ricky Wijaya menyampaikan tentang model simulasi single/multicollector inductively coupled plasma/thermal ionization mass spectrometry (ICP/TI-MS) dalam analisis logam dan rasio isotop stabil pada media lingkungan dan kelautan. Menurut Prof Ricky, kimia Analitik adalah disiplin ilmu yang mengembangkan dan menerapkan metode, instrumentasi, dan strategi untuk memperoleh informasi mengenai komposisi dan kondisi material dalam ruang dan waktu tertentu.
Metode simulasi single/multicollector pada alat instrumentasi kimia berupa ICP-MS dan TI-MS adalah alat instrumentasi modern yang digunakan untuk menganalisis logam atau non logam dan isotopnya. Pengembangan rasio isotop logam melalui detektor MS ini yang merupakan keterbaruan terutama analisis rasio isotop stabil Pb.
“Ini yang jarang dilakukan di peneliti Indonesia. Rasio isotop logam Pb digunakan untuk mengetahui sidik jari baik sumber pencemar maupun natural Pb untuk kepentingan konservasi dan eksplorasi,” kata pakar kimia analitik lingkungan tersebut.
BACA JUGA:
Universitas Negeri Malang Hadirkan Peneliti Belanda Tom Hoogervorst
Prof. Dr. Hakkun Elmunsyah, ST., MT. dari FT menerangkan soal Analisis Kualitas dan Keberhasilan Learning Management System Program Pendidikan Profesi Guru di Indonesia dengan DeLone and McLean’s Model. Sementara itu. Menurut temuannya, aspek kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap pengguna.
“Aspek kualitas sistem dan kualitas informasi cukup memberi pengaruh signifikan, hanya perlu peningkatan pada faktor yang mempengaruhi kualitas layanan agar meningkatkan kepuasan pengguna. Sedang aspek manfaat bersih, dari respon mahasiswa PPG kompetensi TKI diketahui kepuasan pengguna dan kualitas layanan sudah memberi pengaruh secara signifikan,” tutur Prof Hakkun.
Adapun Prof. Dr. Evi Susanti, Ssi, M.Si, menyampaikan pidato berjudul ‘Kapang Pelapuk Kayu Indigenous Jawa Timur untuk mewujudkan Konsep Industri Hijau dalam Industri Batik di Indonesia’. Pengolahan limbah cair batik menggunakan teknik mikoremediasi, kata Prof Evi, berpeluang mewujudkan konsep industri hijau dalam industri batik.
“Pengolahan dengan metode mikoremediasi menghasilkan campuran yang tidak mencemari lingkungan, diduga kaya unsur C dan N yang berasal dari penambahan biomassa isolat kapang yang tumbuh dan sisa sumber karbon selama proses mikoremediasi,” ungkap Prof Evi. [dan/suf]






