Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan ibadah kurban dengan dampak sosial nyata. Pada Idul Adha 1446 H yang jatuh pada Sabtu (7/6/2025) kampus Unisma menyembelih sebanyak 22 ekor sapi dan 29 ekor kambing, baik di dalam lingkungan kampus maupun di berbagai lembaga mitra di Jawa Timur.
Kegiatan ini mengusung tema “Kurban Berdampak”, sebagai bentuk transformasi kurban menjadi kekuatan solidaritas sosial. Ribuan paket daging kurban ditargetkan dibagikan kepada masyarakat sekitar, lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta mitra Unisma di Kota dan Kabupaten Malang.
“Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami dipercaya oleh masyarakat sekitar, sivitas akademika, dan mitra lembaga, termasuk dari Rumah Amal Salman Masjid ITB,” ungkap Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar, Ph.D.
Tahun ini, Unisma kembali mendapat kepercayaan besar dari berbagai pihak, salah satunya Rumah Amal Salman Masjid ITB (Institut Teknologi Bandung). Lembaga ini mempercayakan penyembelihan hewan kurbannya kepada tiga kampus besar di Jawa Timur, yaitu Unisma, ITS, dan Universitas Brawijaya (UB).
Selain dari Rumah Amal Salman, hewan kurban juga datang dari masyarakat umum, sivitas akademika, dan mitra perbankan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI).
Penyembelihan dilakukan secara terdistribusi untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dari total 22 ekor sapi, sebanyak 9 ekor disembelih di kampus Unisma, sedangkan 13 ekor lainnya dipotong di luar kampus, termasuk di pondok pesantren, sekolah, dan yayasan yatim piatu. Untuk kambing, 11 ekor disembelih di kampus dan 18 ekor di luar kampus.
Paket daging kurban yang disiapkan berisi sekitar 1 kilogram daging, dan didistribusikan kepada warga sekitar kampus, penerima berdasarkan proposal, mitra Unisma di Malang Raya, dan lembaga pendidikan dan sosial
Menariknya, dalam kegiatan kurban kali ini, Unisma juga mencatat partisipasi seorang non-Muslim yang dengan sukarela menitipkan kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat. “Ini membuktikan bahwa Unisma mendapat kepercayaan dari berbagai kalangan karena akuntabilitas dan komitmen sosial kampus,” jelas Prof. Junaidi.
Dalam refleksi Idul Adha, Prof. Junaidi mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk meneladani semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ia menekankan pentingnya dua nilai utama: “Dua pilar utama yang harus kita pegang adalah ketaatan tanpa syarat dan kesabaran yang tangguh. Semoga spirit ini mengalir dalam denyut nadi kehidupan kita sehari-hari,” tuturnya.
Dengan semangat “Kurban Berdampak”, Unisma berkomitmen untuk menjadikan ibadah kurban bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai jembatan kepedulian nyata bagi masyarakat. (dan/kun)






