Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban kompak mengembangkan potensi lokal berbasis budaya tradisi di Desa Wali Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, sebagai destinasi wisata religi baru. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, fokus pada bidang sosial humaniora. Kegiatan berlangsung pada Kamis (31/7/2025).
Program tersebut digagas oleh tiga dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unirow Tuban, yakni Kristin Tri Lestari, S.Sos, M.Si, Seviyenti Fikroh, M.I.Kom, dan Dr. Tabitha Sri Hartati Wulandari, dengan dukungan dua mahasiswa, Jihan Tsuroya dan Setyo Bagus Purwanto. Dana kegiatan bersumber dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
“Tujuannya untuk pengabdian kepada masyarakat melalui program Ekonomi Kreatif, sehingga kami mengembangkan potensi lokal di Wali Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban,” ujar Kristin.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Bejagung, mitra Pokdarwis Syech Asy’ari, masyarakat sekitar, juru kunci makam Bejagung, serta pengunjung. Tim pengabdian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara untuk memetakan permasalahan prioritas dan potensi pengembangan desa sebagai destinasi wisata.
Tahapan selanjutnya berupa sosialisasi yang memperkuat kembali tujuan pembentukan Pokdarwis Syech Asy’ari dan pemaparan potensi budaya dan religi yang dimiliki Desa Bejagung. FGD juga menjadi ruang diskusi bagi masyarakat agar lebih termotivasi dalam mengembangkan wisata lokal.
“Pada kegiatan ini mitra kami Pokdarwis Syech Asy’ari berpartisipasi secara aktif sebagai peserta sosialisasi yang dikemas dalam FGD,” tambah Kristin.
Sebagai upaya konkret, kegiatan juga melibatkan pelatihan pembuatan sablon dan tips pemasaran untuk meningkatkan kapasitas wirausaha warga. Harapannya, keterampilan ini bisa menunjang produksi suvenir khas yang memperkuat identitas wisata religi Bejagung.
Kepala Desa Bejagung, H. Aang Sutan MRS membuka secara resmi kegiatan ini yang diikuti oleh 35 peserta. Ia juga turut menyaksikan seremonial penyerahan alat sablon dari Unirow kepada Pokdarwis Syech Asy’ari untuk dikelola secara mandiri.
Ketua Tim Pengabdian, Seviyenti Fikroh, M.I.Kom menekankan pentingnya penguatan peran Pokdarwis sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Kami berharap potensi desa wali Bejagung semakin berkembang terutama dengan Pokdarwisnya yang tidak hanya bisa mengelola wisata dengan baik tapi juga mempunyai keahlian kewirausahaan membuat kaos sablon sendiri sebagai ole-ole wisata,” ungkap Seviyenti.
Ke depan, kaos hasil produksi diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar destinasi, termasuk kawasan makam Sunan Bejagung Lor, Sunan Bejagung Kidul, dan Situs Watu Gajah, yang menjadi bagian dari daya tarik wisata religi Bejagung. [dya/beq]






