Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan harus pulang dari markas PSIS Semarang dengan tangan hampa. Laskar Joko Tingkir menyerah satu gol tanpa balas dalam laga yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (24/1/2026).
Sejak menit awal, pertandingan berjalan cukup alot. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan tidak terburu-buru keluar menyerang. Situasi tersebut membuat peluang berbahaya jarang tercipta sepanjang babak pertama.
Persela sempat mendapat keuntungan setelah gelandang PSIS, Safna Delpi, diganjar kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Unggul jumlah pemain, Persela mulai mendominasi penguasaan bola. Namun hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.
Petaka justru datang di awal babak kedua. Persela kehilangan pilar utama di lini belakang setelah Daniel Goncalves mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-47. Meski bermain dengan 10 orang, PSIS justru mampu mencuri keunggulan.
Gol semata wayang tuan rumah tercipta pada menit ke-54 melalui tandukan Otavio Dutra yang memaksimalkan umpan sepak pojok. Skor 1-0 untuk PSIS pun bertahan hingga akhir laga.
Persela berupaya keras mengejar ketertinggalan. Peluang emas sempat didapat saat terjadi kemelut di depan gawang PSIS, namun sepakan Luan Sergio masih melebar tipis di sisi gawang. Beberapa peluang lain juga gagal dikonversi menjadi gol hingga peluit panjang dibunyikan.
“Memang hasil ini sangat mengecewakan buat kami, karena kami sudah melakukan yang terbaik. Kami sebenarnya mendapat kesempatan saat PSIS bermain dengan 10 orang, tapi tidak bisa memanfaatkan itu,” kata Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, usai laga.
Bima juga menegaskan, kekalahan atas PSIS akan menjadi bahan evaluasi bagi tim asuhannya. Bima juga mengaku siap bertanggung jawab atas hasil minor di Semarang.
“Ini menjadi evaluasi buat saya sebagai pelatih dan saya bertanggung jawab penuh atas hasil pertandingan hari ini. Ada beberapa hal yang harus kami benahi dan mental pemain harus saya bangkitkan lagi untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Terkait kesulitan tim meski unggul jumlah pemain, juru taktik kelahiran Balikpapan itu menilai kepercayaan diri pemain sempat menurun usai kebobolan.
“Kami sudah berusaha mencetak gol, tapi beberapa peluang tidak jadi gol. Setelah PSIS mencetak gol, performa dan kepercayaan diri pemain drop. Itu yang harus kami bangkitkan lagi,” jelasnya.
Dari kubu tuan rumah, pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mensyukuri kemenangan anak asuhnya. Menurutnya, skuad Laskar Mahesa Jenar tampil luar biasa sehingga mampu meraih kemenangan meski kalah jumlah pemain.
“Alhamdulillah malam ini semua pemain bermain luar biasa. Bukan hanya karena tiga poin, tapi kinerja mereka selama 90 menit sangat luar biasa,” ucapnya.
Jafri menegaskan timnya tidak ingin cepat puas hanya dengan kemenangan atas Persela. Sebab, PSIS masih harus berjuang keras untuk menjauh dari jerat degradasi.
“Tiga poin ini kami syukuri, tapi kami tidak akan berhenti di sini. Kami harus mempersiapkan tim lebih baik lagi agar ke depan lebih konsisten dan semua pemain selalu siap,” pungkasnya. (fak/kun)






