Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Pusat Unggulan Iptek Disability Innovation Center (PUI-DIC) memamerkan inovasi di bidang disabilitas pada forum internasional Seameo Sen di Melaka, Malaysia, pada 9-12 Desember 2024.
Forum ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi Unesa, yang dikenal sebagai kampus ramah disabilitas, dalam mendukung pendidikan inklusif di Asia Tenggara.
Wakil Rektor III Unesa Bambang Sigit Widodo mengatakan partisipasi ini merupakan kelanjutan kerja sama yang dimulai pada 2015, yang berfokus pada riset, magang, konferensi, dan publikasi mengenai pendidikan untuk penyandang disabilitas.
“Kerja sama ini meliputi riset, magang, konferensi bersama, publikasi, serta advokasi untuk guru-guru sekolah luar biasa (SLB) dan dosen terkait disabilitas,” kata Bambang, Rabu (11/12/2024).
Kasubdit Pusat Unggulan Iptek Disabilitas Unesa, Wagino menyebut bahwa di forum tersebut Unesa menampilkan beberapa produk unggulan, termasuk Fun Big Book Signalong Indonesia, sebuah buku cerita dengan isyarat manual untuk mendukung pembelajaran inklusif.
“Fun Big Book terdiri dari dua tema utama, yaitu ‘Diriku’ (berjudul Identitas Keluarga, Ciri-Ciri, dan Panca Indra) serta Disaster Risk Reduction Education (DRRE) dengan tema bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan gunung meletus,” jelasnya.
Produk lain yang dipamerkan adalah Quran Recitation VR (QVR), aplikasi virtual reality untuk pengajaran bacaan Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas rungu, serta VR Bina Gerak, program virtual reality untuk melatih keterampilan motorik anak dengan cerebral palsy.
Sementara itu, Wulan Patria Saroinsong dari Disability Innovation Center (DIC) Unesa juga memperkenalkan Kamus Signalong Indonesia, sistem komunikasi berbasis isyarat kata kunci yang diadaptasi dari Signalong UK, yang mendukung pengembangan sekolah inklusi di Indonesia.
“Produk-produk ini mencerminkan komitmen UNESA untuk memperkuat pendidikan inklusif dan mendukung pengembangan komunitas disabilitas secara global,” ujarnya.
Direktur Unesa Sciences Center Abdul Rachman Syam Tuasikal mengatakan SEAMEO SEN adalah organisasi di bawah SEAMEO yang fokus pada pendidikan untuk individu dengan kebutuhan khusus.
SEAMEO membuka peluang bagi Unesa untuk menyebarkan inovasi pendidikan ke tingkat internasional. “Partisipasi Unesa ini tidak hanya mengenalkan, tetapi juga menyebarluaskan dampak dari inovasi Unesa,” ujarnya.
Melalui forum ini, Unesa berharap inovasi-inovasinya dapat memberi dampak positif dalam pendidikan inklusif di tingkat regional dan internasional. [ipl/but]






