Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah membuka prodi baru di bidang politik. Jurusan ini menawarkan karir yang cukup menjanjikan seperti pengamat, konsultan hingga jurnalis politik.
Unesa membuka Prodi S1 Ilmu Politik di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH). Meski baru, namun jurusan ini memiliki SDM yang kompeten di bidangnya. Yakni pakar dan praktisi di bidang politik.
Dr Ainur Rifqi, Kepala Seksi Prestasi dan Jalur Khusus Mahasiswa, Subdirektorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa mengatakan, pendaftaran prodi Ilmu Politik dibuka hingga 11 Agustus 2023 mendatang.
Informasi lebih lanjut terkait syarat dan cara pendaftaran bisa mengunjungi laman, www.admisi.unesa.ac.id. Sementara pendaftarannya bisa dilakukan di laman, https://pmb.unesa.ac.id/.
“Ini yang banyak ditanyakan juga terkait uang kuliah. Kalau di Unesa ada namanya uang kuliah tunggal atau UKT dan sumbangan pengembangan institusi atau SPI,” kata Ainur Rifqi ditulis Jumat (4/8/2023).
Perlu diketahui, Ilmu politik Unesa tidak hanya fokus pada politik praktik, tapi juga menyoroti pergeseran dan dinamika politik di lapangan termasuk pengaruh transformasi digital dan teknologi dalam ranah politik.
Koordinator Prodi Ilmu Politik Dr Mubarok Muharam menyampaikan, nantinya mahasiswa juga akan mempelajari politik digital dan big data. Selain itu, juga soal relasi kuasa negara dan rakyat, negara dengan individu, dan negara dengan unsur lainnya.
Bahkan, nanti mahasiswa juga bakal belajar tentang tata kelola pemerintahan, politik perempuan termasuk gender dan politik, politik global dan lokal, big data dan politik digital hingga persoalan pers dan politik identitas.
“Kami memiliki muatan politik identitas yang era digital ini menjadi bidang perhatian dan menentukan dinamika publik. Kita ingin menjadi candradimukanya politik identitas di Indonesia,” beber Mubarok.
Adapun lulusan sarjana Ilmu Politik Unesa nantinya bisa berkarir di mana saja. Bisa masuk ke pemerintahan lokal hingga pusat, pengamat, peneliti, dosen, jurnalis politik, konsultan hingga menjadi pegiat lembaga masyarakat. “Bisa juga menjadi public relation di lembaga-lembaga politik,” ungkap Mubarok. [ipl/kun]
BACA JUGA: Prodi S1 Kedokteran Unesa Dibanjiri Pendaftar Meski Baru Dibuka 3 Hari






