Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan pelaku UMKM di Banyuwangi mendapat dorongan baru untuk mengembangkan usaha melalui program pelatihan “UMKM Tumbuh Bersama”. Program ini digagas oleh MR.D.I.Y. Indonesia bersama Yayasan BEDO dan Dinas Koperasi, UMKM & Perdagangan Banyuwangi.
“Kami berkomitmen kuat untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal yang inklusif serta berkelanjutan,” kata Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, saat peluncuran program, Rabu (10/9/2025).
Program ini menargetkan ratusan pelaku UMKM, termasuk 10 persen penyandang disabilitas. Peserta akan mendapat pelatihan online, mentoring dengan ahli, pelatihan tatap muka, dan pendampingan jangka panjang. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia dan butuh dukungan penuh agar berkembang dan berdaya saing,” ujarnyaz
Berdasarkan data Pemkab Banyuwangi, hingga akhir 2024 lebih dari 60 ribu Nomor Induk Berusaha (NIB) diterbitkan untuk UMKM. Sektor ini mencatat pertumbuhan ekonomi 4,7-5,0 persen pada 2024 dan menjadi penopang perekonomian daerah.
Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah, menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk UMKM. Ia berharap kolaborasi ini menciptakan dampak positif bagi ekonomi lokal dan memperkuat inklusivitas.
“Bersama MR.D.I.Y., kami dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Banyuwangi. Ini langkah penting untuk membangun ekonomi daerah yang inklusif,” ucap Jeff.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM & Perdagangan Banyuwangi, Hj. RR Nanin Oktaviantie, menyambut positif program ini. Ia juga memaparkan layanan pemerintah daerah yang siap mendukung UMKM, mulai dari pendampingan perizinan hingga layanan distribusi produk.
“Kami berharap UMKM memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar bisnis mereka berkembang,” kata Nanin.[asg/kun]






