Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melaunching Prodi Informatika dan Program Khusus Culinary & Nutrition. Kedua program ini didirikan sebagai bentuk adaptasi pasca pandemi Covid-19.
Ketua Umum Yayasan Widya Mandala Surabaya Ignasius Jonan mengatakan bahwa digitalisasi tidak mungkin dihindari, sehingga pembukaan Prodi Informatika menjadi suatu keniscayaan. Pun dengan teknologi pangan, serta pengetahuan tentang nutrisi dan ilmu pangan.
Ia menyampaikan, tujuan dari kedua program baru tersebut adalah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi peradaban manusia. Namun tanpa meniadakan etika dan keluhuran peri kemanusiaan.
“Lalu yang perlu dihindari adalah penggunaan informatika, juga rekayasa pangan untuk semata-mata komersial. Keduanya terutama perlu ditujukan untuk kesehatan dan perbaikan pola hidup manusia,” kata Jonan, Minggu (10/3/2024).
Informatika UKWMS memiliki dua konsentrasi yaitu data science dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan software engineering. AI dibutuhkan untuk bisa mengambil serta mengolah data-data besar yang berkeliaran di internet.
Kepala Pusat Data dan Informasi UKWMS Philipus Suryo Subandoro menambahkan, bahwa dengan AI, data-data tersebut bisa dikumpulkan sesuai kebutuhan dan menghasilkan pengetahuan yang baru.
“Sedangkan software engineering mempelajari bagaimana cara membuat program sesuai dengan proses bisnis perusahaan sehingga dapat meningkatkan kualitas, efisiensi, dan rescalable software pada perusahaan. Agar bisa sesuai perkembangan perusahaan,” lanjutnya.
Prodi Informatika sendiri bernaung di bawah Fakultas Teknik (FT). Sedangkan Program Khusus Culinary & Nutrition berada di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Jurusan Teknologi Pangan UKWMS.
Dekan FTP UKWMS Dr Ignatius Srianta menyebut bahwa di perkuliahan Program Culinary & Nutrition, mahasiswa nantinya akan dibekali berbagai keterampilan khusus. Sejak awal perkuliahan, mereka akan dipaparkan pada berbagai informasi seputar tren kuliner makanan global.
Untuk menunjang kualitas perkuliahan, Program Culinary & Nutrition menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya dengan Woosong University, Korea Selatan pada departemen Culinary Arts dan Restaurant and Entrepreneurship.
“Banyak juga praktisi kuliner profesional, termasuk para chef yang akan mengajar langsung serta membagikan pengalamannya,” papar Ignatius. [ipl/but]






