Bondowoso (beritajatim.com) – SD Negeri (SDN) Rejoagung 5, yang berada di Dusun Tol-Tol Timur, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, kembali menerima peserta didik baru dalam jumlah sangat minim pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah yang berada di wilayah pelosok itu hanya memperoleh dua murid baru, sehingga total siswanya kini tinggal 11 orang dari kelas I hingga kelas VI.
Dua murid baru tersebut sama-sama perempuan, yakni Sridewi Sinta Wibowo (6) dan Desti Kholifatul Janna (7). Keduanya menjadi penghuni baru di kelas I SDN Rejoagung 5.
Kepala SDN Rejoagung 5, Hartono, mengatakan minimnya jumlah siswa baru bukan hal yang mengejutkan. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun karena sekolah berada di dusun dengan jumlah penduduk yang sedikit.
“Tahun ajaran baru 2026 ini kami menerima dua siswa baru. Keduanya perempuan, yaitu Sridewi Sinta Wibowo dan Desti Kholifatul Janna,” kata Hartono dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, Dusun Tol-Tol Timur hanya dihuni sekitar 50 kepala keluarga. Karena itu, jumlah anak usia sekolah dasar juga terbatas. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penerimaan siswa baru tidak pernah lebih dari tiga orang.
“Di SDN kami memang setiap tahun sedikit rekrutannya karena wilayah pelosok. Angka tertinggi penerimaan siswa baru hanya tiga orang. Bahkan enam tahun lalu kami hanya menerima satu siswa,” ujarnya.
Hartono menuturkan, satu-satunya siswa yang diterima enam tahun lalu itu baru saja lulus dari kelas VI pada tahun ini. Alhasil, prosesi kelulusan tahun ajaran 2025/2026 juga hanya diikuti seorang siswa.

Pada tahun ajaran sebelumnya, SDN Rejoagung 5 menerima tiga murid baru. Namun, hanya satu siswa yang naik ke kelas II. Sementara dua siswa lainnya tetap berada di kelas I berdasarkan kesepakatan bersama orang tua.
“Usia mereka saat masuk kelas I memang belum matang, sehingga diputuskan mengulang kelas I agar kesiapan belajarnya lebih baik,” jelasnya.
Meski jumlah peserta didik sangat sedikit, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Saat ini terdapat tujuh guru yang mengajar di sekolah tersebut.
“Kami tetap bekerja secara profesional. Walaupun berada di lingkungan terpencil dengan jumlah siswa yang sedikit, pelayanan pendidikan harus tetap maksimal,” tegas Hartono.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan masih terdapat sejumlah sekolah dasar di Bondowoso yang menerima siswa baru dalam jumlah minim, terutama sekolah yang berada di daerah terpencil.
“Memang ada beberapa sekolah yang sedikit jumlah siswa barunya. Terutama di wilayah terpencil. Ada yang menerima dua sampai empat siswa,” kata Taufan.
Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di kawasan perkotaan. Salah satunya SDN Dabasah 2 yang pada tahun ajaran ini hanya menerima lima murid baru, dengan total siswa dari kelas I hingga kelas VI sebanyak 54 orang.
“Ini karena sebagian orang tua memilih menyekolahkan anaknya di Madrasah Ibtidaiyah (MI), sehingga jumlah pendaftar di beberapa SD negeri menjadi berkurang,” pungkasnya. [awi/suf]






