Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menambah dua guru besar, yaitu Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A., CAHRM dan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd. Keduanya dikukuhkan pada Selasa (15/8/2023) di aula Rektorat lantai 5 UIN Malang.
Prof. Sudirman dikukuhkan sebagai guru besar (gubes) bidang ilmu hukum Islam dari Fakultas Syariah. Sementara itu, Prof. Langgeng dikukuhkan sebagai gubes bidang ilmu pendidikan bahasa Inggris dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang.
Prof Sudirman menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ‘Rekonstruksi Hukum Wakaf Ahli untuk Ketahanan Keluarga,’. Menurutnya, dari data dan informasi yang telah ditemukan, dapat disimpulkan bahwa wakaf ahli memiliki posisi penting dalam fiqh wakaf. Wakaf ahli dapat memberikan kesejahteraan khususnya bagi keluarga sehingga perlu disosialisasikan kepada masyarakat.
“Rekonstruksi hukum perlu dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Dengan demikian, wakaf ahli akan dapat memberikan manfaat untuk ketahanan keluarga secara berkelanjutan,” tutur guru besar yang merupakan dekan Fakultas Syariah ini.
Begitu pentingnya wakaf ahli, maka perlu ada beberapa perbaikan untuk menghindari dampak negatif dari wakaf ahli. “Perbaikan itu adalah perlunya tepat aturan (reformulasi hukum), tepat pengelolaan (reformasi manajemen), tetap sasaran (reformasi pendayagunaan manfaat),” tuturnya.
Sementara itu, Prof. Langgeng menyampaikan pidato berjudul ‘Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pengajaran Bahasa Inggris untuk Mahasiswa Kedokteran Islam di Indonesia,’ Dengan mengintegrasikan pendekatan ini, kualitas pengajaran bahasa Inggris dapat ditingkatkan untuk mahasiswa kedokteran Islam Indonesia.
BACA JUGA:
UIN Malang Gelar Workshop Penulisan Buku Ajar Berbasis Ulul Albab
“Pendekatan ini juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan bahasa seraya memperdalam pemahaman dan penerapan nilai keislaman dalam praktik medis mereka. Untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pengajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa kedokteran dengan efektif, pendidik dapat menggunakan berbagai strategi dan metodologi pengajaran,” ungkap kaprodi pendidikan bahasa Inggris FITK ini.
Kegiatan pembelajaran kolaboratif, tugas pemecahan masalah, dan diskusi reflektif dapat mendorong perkembangan keterampilan berbahasa dan keterampilan berpikir kritis. Materi autentik seperti teks medis, studi kasus, dan simulasi perawatan kesehatan dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa yang kaya konteks.

“Melalui pendekatan terintegrasi ini, mahasiswa kedokteran dapat mengembangkan keterampilan bahasa, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman tentang dimensi etika dalam pelayanan kesehatan sehingga memungkinkan mereka menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan bertanggung jawab secara sosial dalam konteks global yang beragam,” tutur Prof. Langgeng.
Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M Zainuddin, M.A berharap agar jabatan gubes ini menambah semangat bekerja, berkarya dan mengabdi di UIN Maliki. UIN Malang saat ini sudah terhitung memiliki 37 gubes dari yang semula hanya 6 orang saja.
“Tentu, dengan tambahnya gubes ini juga menambah grade dan reputasi lembaga. Selain itu, seorang Guru Besar juga harus menjaga kualitas dan komitmen sebagai akademisi yang memiliki jabatan puncak fungsional di Perguruan Tinggi,” ungkap Prof Zain.
BACA JUGA:
UIN Malang Akan Bertransformasi Jadi PTN-BH
Dalam konteks pengembangan kelembagaan, saat ini UIN Malang sesuai dengan visi nya adalah menjadi PT yang unggul dan bereputasi internasional. Maka Guru Besar ini penting untuk ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya.
“Maka tahun ini harus sudah bisa nambah lagi, minimal 15-20 lagi. Target ke depan setiap prodi memiliki Guru Besar. Kamis depan kita masih akan menyaksikan pengukuhan Guru Besar lagi dari Fakultas Ekonomi dan juga FST, Psikologi dan Humaniora,” jelas Rektor UIN Malang mengakhiri penyampaian. [dan/but]






