Surabaya (beritajatim.com) – Tren positif Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam upaya menuju kampus berkelas dunia semakin tampak. Satu di antara buktinya yakni dengan meraih peringkat 5 nasional Subyek Oseanografi pada Scimago Institutions Ranking (SIR) 2024.
Bulan April ini, SIR by Subject 2024 menyebut bahwa Unesa berhasil mendapatkan tiga capaian subyek terbaik mengungguli sejumlah kampus lain.
Adapun tiga capaian subyek unggulan tersebut antara lain yakni pertama, bidang earth and planetary sciences menempati peringkat 5 nasional dan peringkat 782 dunia.
Kedua, bidang pendidikan, Unesa nangkring di urutan 10 tingkat nasional dan peringkat 501+ dunia. Ketiga, bidang energi, Unesa menempati peringkat 11 pada tingkat nasional.
“Unesa juga termasuk dalam 20 besar universitas terbaik di Indonesia dan peringkat 1400+ di dunia pada subyek fisika dan astronomi,” sebut Direktur Inovasi Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah Unesa Prof Nadi Suprapto, Kamis (18/4/2024).
Capaian ini merunut penilaian pada sejumlah indikator yang merefleksikan karakteristik saintifik, ekonomi, dan sosial yang ada di Unesa.
Dikatakan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa Dr Bambang Sigit Widodo, bahwa capaian ini menjadi pemantik sekaligus bahan evaluasi untuk terus berbenah.
“Capaian ini akan menjadi kerangka dasar dalam penyusunan strategi internasionalisasi Unesa serta target penguatan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU PTN),” bebernya.
Ditambahkan Rektor Unesa Prof Nurhasan, bahwa prestasi ini merupakan bentuk komitmen dan kerja sama seluruh jajaran dalam menunjukkan kinerja terbaik dalam memperkuat program internasionalisasi Unesa.
Ia menjelaskan, pemeringkatan SIR ini merupakan salah satu pemeringkatan pasif tanpa unggah data khusus. Ini beda dengan QS maupun THE, dimana harus mensubmit data dan mengikuti sejumlah aktivitas termasuk survei terkait academic reputation dan employer reputation.
Ditambahkannya, bahwa pemeringkatan SIR didasarkan pada tiga indikator utama yaitu Research (bobot 50%) Innovation (bobot 30%) dan Societal (bobot 20%). “Semoga tren ini bisa dipertahankan, bahkan bisa naik peringkatnya,” tandasnya. [ipl/ian]






