Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr Agus Machfud Fauzi, menilai pembebasan Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto berkat abolisi dan amnesti merupakan strategi jitu Presiden Prabowo Subianto, Menurut dia, langkah Prabowo ini cerdas dalam merangkul berbagai kekuatan politik dan sosial demi pembangunan nasional.
“Yakni, bagaimana semua komponen bangsa bisa membangun negeri secara bersama. Selain itu, kedua tema permasalahan tidak terlihat kesalahan. Hakim mengambil keputusan berbeda dengan yang menjadi dasar-dasar keputusan,” kata Agus kepada beritajatim.com, Sabtu (2/8/2025).
Menurut Agus, pemberian abolisi dan amnesti ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak hanya berpikir dalam kerangka kekuasaan, tetapi juga dalam upaya menciptakan stabilitas dan rekonsiliasi nasional. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai upaya untuk membangun koalisi besar dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Sebelumnya, Eks Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto resmi bebas dari penjara usai memperoleh abolisi dan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Keduanya keluar dari tahanan pada Jumat (1/8/2025) malam setelah Keputusan Presiden yang ditandatangani pada hari yang sama dan diserahkan ke rutan tempat masing-masing ditahan.
Tom Lembong keluar dari Rutan Cipinang, Jakarta, sekitar pukul 22.00 WIB. Ia tampak mengenakan kaos polo biru gelap dan didampingi oleh istri, kuasa hukum, serta mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
“Apa yang saya jalani ini bukan proses hukum yang ideal. Selama sembilan bulan ini sangat menantang dan membuat saya berefleksi,” kata Tom usai dibebaskan.
Sekitar satu jam sebelumnya, Hasto Kristiyanto lebih dahulu keluar dari Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia tampak mengenakan jas dan kaos merah, didampingi oleh kuasa hukumnya. Kepada awak media, Hasto menyampaikan apresiasi atas pemberian amnesti oleh Presiden. [tok/beq]






