Malang (beritajatim.com) – Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Namun, bagi penderita sakit maag, puasa bisa menjadi sebuah kekhawatiran. Bolehkah orang dengan sakit maag berpuasa?
Menurut dr. Ifa Mufida, Dokter Poliklinik Universitas Negeri Malang (UM), sakit maag adalah istilah umum untuk sejumlah gejala tidak nyaman pada perut bagian atas. Gejalanya bisa berupa perih, begah, kembung, dan sensasi terbakar.
“Di Poliklinik UM, banyak mahasiswa yang berkonsultasi tentang cara berpuasa dengan riwayat sakit maag. Data tahun 2023 menunjukkan, dari 8.800 kunjungan pasien, 40% di antaranya terdiagnosa sakit maag,” ungkap Ifa.
Lebih lanjut, Ifa menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang sering terkena penyakit lambung. Sekitar 80% pasien maag di Poliklinik UM adalah mahasiswa.
“Berdasarkan anamnesa, penyebab tersering sakit maag pada mahasiswa adalah pola makan yang tidak teratur,” kata Ifa.
Mahasiswa sering tidak sempat sarapan atau makan siang karena jadwal kuliah yang padat. Ditambah lagi, mereka sering makan makanan tidak sehat seperti mie instan, makanan dan minuman instan, dan makan dalam porsi besar sekaligus.
“Konsumsi obat tanpa resep dokter, seperti obat pusing atau anti nyeri, juga dapat mengiritasi lambung. Faktor stres juga bisa menjadi pemicu sakit maag,” papar Ifa.
Menurut Ifa, boleh tidaknya berpuasa pada penderita sakit lambung tergantung dari keparahan sakitnya. Dokter biasanya akan melihat riwayat sakit lambung pasien dalam 3 bulan terakhir.
“Pada dasarnya, penderita maag boleh berpuasa. Puasa bisa membantu lambung beristirahat dan menurunkan kadar hormon gastrin yang memicu produksi asam lambung,” jelas Ifa.

“Namun, bagi mereka yang sudah menjaga pola makan dan menjalani pengobatan meskipun ada riwayat sakit maag bisa jadi kondisi mereka sudah sembuh. Maka, mereka dipastikan diperbolehkan untuk menjalani ibadah puasa,” ucapnya.
dr. Ifa memberikan tips untuk menjalani puasa agar penyakit maagnya tidak mengalami kekambuhan. Ia menyebut ada delapan hal yang dapat dilakukan.
Pertama, perlu ditanamkan pada diri bahwa puasa bukanlah penyebab sakit maag. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa berpuasa justru menyebabkan pencernaan menjadi sehat.
“Kedua, ketika sahur dan berbuka jangan makan berlebihan. Makan terlalu banyak pada satu waktu dapat menyebabkan lambung kita bekerja sangat keras, terlebih setelah seharian lambung dikosongkan. Oleh karena itu, saat makan dan sahur disarankan makan dengan perlahan dan jumlah secukupnya,” lanjut Ifa.
Ketiga, hendaknya makan tidak terburu-buru. Makan terburu-buru akan menyebabkan makanan di mulut tidak dihaluskan secara sempurna sehingga akan memperberat proses pencernaan di lambung.
Keempat, menghindari makan makanan yang dapat menjadi pemicu sakit maag. Beberapa makanan yang memicu produksi asam lambung berlebih antara lain makanan yang terlalu berlemak, makan terlalu pedas, terlalu asam, atau makan makanan siap saji. Sedang untuk minuman, hendaknya menghindari minuman berkafein dan soda.
Kelima, memilih menu yang tepat untuk berbuka dan sahur. Contoh makanan yang cocok dikonsumsi penderita maag, seperti nasi, singkong dan oatmeal. Selain itu, juga memilih protein yang rendah lemak seperti tahu, ikan, putih telur dan dada ayam. Sedang buah bisa memilih yang cita rasa tidak asam.
“Untuk cara memasak, penderita maag bisa memilih makanan yang dikukus, dipanggang, direbus, dan tidak banyak mengandung lemak,” katanya.
Keenam, hindari tidur sesudah makan. Hal ini biasanya terjadi ketika saat sahur lalu rasa kantuk datang. Padahal, tidur sesudah makan menyebabkan asam lambung kembali ke kerongkongan dan memicu produksi asam lambung berlebih penyebab kekambuhan dari maag.
“Ketujuh, hendaknya kita bisa mengendalikan emosi dan stress. Banyak penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa stress akan memicu produksi asam lambung berlebih,” ujarnya.
Kedelapan, jika beberapa hal di atas sudah dilaksanakan, tetapi masih ada keluhan sakit maag, hendaknya segera memeriksakan diri ke dokter. “Bisa jadi, selain beberapa tips itu diperlukan obat untuk menekan produksi asam lambung,” ungkapnya, dikutip dari laman UM. [dan/beq]






