Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak cepat memberikan kepastian bagi masyarakat. Meski kondisi global sedang fluktuatif, pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dipastikan tetap aman dan berjalan lancar.
Pertamina terus memantau pergerakan pasar internasional untuk memitigasi dampak yang mungkin timbul terhadap rantai pasok energi domestik. Langkah ini dilakukan guna menjamin masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa rasa khawatir akan kelangkaan energi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa ketahanan stok saat ini berada pada level yang sangat mencukupi. Terlebih, Indonesia segera memasuki momen krusial yakni Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
> “Ketahanan stok BBM di wilayah kami dipastikan mampu memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat. Kami sudah menjalankan pola build up stock sejak sebelum Ramadan dan melakukan pasokan rutin yang terjadwal secara ketat,” ujar Ahad dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Menghadapi potensi gangguan, Pertamina tidak hanya mengandalkan jalur biasa. Perusahaan telah mengimplementasikan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok. Metode ini memastikan bahwa jika jalur utama mengalami kendala, jalur alternatif dan skema darurat siap diaktivasi seketika.
Selain teknis distribusi, koordinasi lintas sektor juga diperkuat. Pertamina menggandeng Pemerintah Daerah hingga Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan keamanan aset dan kelancaran operasional di lapangan.
Sebagai bentuk keseriusan menyambut arus mudik, Pertamina akan meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) pada 9 Maret mendatang. Satgas ini bertugas memantau infrastruktur dan layanan energi secara real-time selama 24 jam.
Pertamina mengimbau masyarakat agar:
* Tetap Tenang: Membeli BBM sesuai kebutuhan normal (tidak perlu panic buying).
* Lapor Kendala: Menghubungi Pertamina Call Center 135 jika menemukan pelanggaran di SPBU atau kendala layanan.[rea]






