Surabaya (beritajatim.com) – Pemain Timnas U20 asal Bali, Kadek Arel, menyoroti kurangnya chemistry antar pemain dalam dua pertandingan melawan Yordania dan Suriah pada ajang Turnamen U-20 Challenge Series. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor utama yang membuat skuad Garuda Muda gagal meraih kemenangan.
“Untuk dua pertandingan kemarin, kita tahu kita mendapat pengalaman yang sangat baik. Kita gagal menang lawan Yordania dan Suriah, kita memperbaiki dari sisi komunikasi kita sesama pemain dan chemistry kita sesama pemain,” ungkap Kadek.
Kadek memahami bahwa chemistry yang belum terbentuk dengan baik wajar terjadi, mengingat para pemain baru bergabung dalam waktu yang relatif singkat sebelum tampil di turnamen ini. Proses membangun kekompakan tidak hanya dilakukan di dalam lapangan, tetapi juga di luar pertandingan, termasuk saat berada di hotel dan menjalani aktivitas bersama.
“Karena mungkin kita baru gabung dan masih 28 pemain dan belum tetap. Di hotel kita juga evaluasi bagaimana chemistry antar pemain. Semoga pertandingan besok lebih baiklah,” tambahnya.
Selain berbicara mengenai chemistry tim, Kadek juga menanggapi kebijakan pelatih yang akan mencoret beberapa pemain sebagai bagian dari seleksi menuju Piala Asia U-20 2025. Ia tetap optimistis bahwa tim pelatih akan memilih pemain terbaik melalui rangkaian uji coba yang dijalani Timnas U20.
“Tentu kita ada pencoretan untuk ke Piala Asia nanti. Besok melawan India pasti penentuannya, tim pelatih masih melihat di pertandingan besok dan saya sendiri optimis besok memenangkan laga lawan India dan lolos ke Piala Asia,” ujarnya menutup pernyataan.
Laga melawan India akan menjadi ujian terakhir bagi para pemain sebelum tim pelatih menentukan skuad final yang akan berlaga di Piala Asia U-20 2025. Timnas Indonesia diharapkan mampu menunjukkan performa lebih baik agar bisa melangkah lebih jauh dalam kompetisi mendatang. [way/beq]






