Jakarta (beritajatim.com) – Liga 1 musim 2024/2025 memasuki babak krusial. Setelah PSIS Semarang dipastikan terdegradasi, kini perhatian tertuju pada lima tim lain yang masih berjuang keras untuk keluar dari ancaman zona merah.
PSIS menjadi tim pertama yang terdepak dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia usai hanya mengumpulkan 25 poin dari 32 pertandingan. Dengan dua laga tersisa, maksimal poin yang bisa mereka raih hanya 31—tidak cukup untuk menyamai raihan Semen Padang yang kini duduk di peringkat 15 dengan 32 poin, posisi terakhir zona aman.
Sementara itu, lima tim lainnya masih memiliki peluang untuk selamat dari degradasi. Persis Solo, Madura United, Semen Padang, Barito Putera, dan PSS Sleman harus memanfaatkan dua laga sisa sebaik mungkin demi bertahan di Liga 1 musim depan.
Persis Solo yang saat ini berada di posisi ke-13 hanya butuh tambahan tiga poin dari dua laga untuk mengunci tiket aman.
Di bawahnya, Madura United di peringkat ke-14 membutuhkan lima poin agar tak terseret ke zona degradasi.
Semen Padang, yang kini berada di ambang zona merah (peringkat ke-15), harus meraih enam poin penuh untuk benar-benar aman dari kejaran dua tim di bawahnya.
Barito Putera (peringkat 16) dan PSS Sleman (peringkat 17) punya tugas berat: mereka wajib menyapu bersih dua kemenangan sambil berharap tim-tim di atas mereka kehilangan poin di laga tersisa.
Sementara itu, Persik Kediri yang sebelumnya sempat terancam kini bisa bernapas lega. Kemenangan atas Arema FC di pekan ke-32 memastikan mereka tetap aman dengan koleksi 40 poin—jumlah yang sudah tak bisa lagi dikejar oleh tim-tim di zona degradasi.
Dengan dua pekan tersisa, atmosfer Liga 1 tidak hanya seru di papan atas, tetapi juga menegangkan di dasar klasemen. Lima tim, dua laga, satu tujuan: selamat dari degradasi. (faw/ted)






