Surabaya (beritajatim.com) – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kembali menunjukkan peran sentralnya dalam industri rokok nasional dengan menerima penghargaan sebagai Korporasi Pelopor dan Tulang Punggung Industri Rokok dalam ajang Beritajatim Award.
Penghargaan ini dinilai menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi Sampoerna terhadap perekonomian nasional dan penguatan sektor industri berbasis tembakau.
Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk., Arief Triastika, menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menjalankan peran strategisnya di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi.
“PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menghargai setiap apresiasi dan penghargaan yang diberikan. Pengakuan ini semakin memotivasi kami untuk terus memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Arief.
Arief menegaskan bahwa Sampoerna bukan sekadar entitas bisnis, melainkan mitra pembangunan yang terus berupaya berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Sampoerna untuk Indonesia,” yang menitikberatkan pada pendekatan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Lebih dari sekadar entitas bisnis, Sampoerna berkomitmen untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. Komitmen ini tercermin dalam setiap aspek operasional kami melalui program ‘Sampoerna untuk Indonesia,’ yang berfokus pada Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG),” ungkapnya.
Dalam operasionalnya, Sampoerna turut mendorong hilirisasi industri tembakau yang terintegrasi dan inovatif. Perusahaan ini juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani hingga pelaku usaha kecil dan menengah.
“Sampoerna tumbuh bersama Indonesia melalui berbagai inisiatif yang mendorong hilirisasi industri tembakau dengan inovasi berkelanjutan,” tutur Arief.
“Kami memberdayakan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih mitra, serta mengembangkan kompetensi lebih dari 90.000 tenaga kerja, yang sebagian besar adalah pekerja Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang mayoritas perempuan dan menjadi tulang punggung keluarga,” tambahnya.
Selain sektor hulu dan manufaktur, Sampoerna juga aktif dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi. Program seperti Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) menjadi sarana peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat jaringan kemitraan lokal.
“Kami juga aktif mengembangkan sektor UMKM dan koperasi melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan seperti Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkuat kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Arief.
Sementara itu, CEO Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, menjelaskan alasan pemilihan Sampoerna sebagai penerima penghargaan. Menurutnya, penilaian tidak semata-mata berdasar pada performa bisnis, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan kontribusi sosial-ekonomi yang konsisten.
“Sampoerna kami nilai sebagai pelaku industri rokok yang tidak hanya fokus pada keuntungan semata, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi melalui kemitraan strategis dengan petani, UMKM, dan sektor hilir industri,” jelas jurnalis kawakan ini.
Lucky sapaan lekatnya menambahkan, dalam konteks industri yang kerap menjadi perdebatan publik, penting bagi media dan masyarakat untuk menilai secara objektif kontribusi yang dibawa oleh entitas besar seperti Sampoerna.
“Beritajatim Award diberikan berdasarkan indikator dampak riil terhadap masyarakat dan perekonomian. Dalam hal ini, Sampoerna memiliki rekam jejak yang kuat,” pungkas Lucky. [asg/beq]







