Kediri (beritajatim.com) – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya (UB) PSDKU Kediri memperkenalkan teknologi suplementasi tepung kunyit pada pakan ikan lele sebagai inovasi untuk meningkatkan keberhasilan pembenihan. Program pengabdian masyarakat ini digelar pada Selasa (15/7/2025) di kediaman Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lele Speed, Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Ketua tim KKN, Mochammad Abbil Zachary, menjelaskan penggunaan tepung kunyit dipilih karena mengandung senyawa kurkumin yang bermanfaat sebagai antioksidan, antimikroba, dan imunostimulan. Kandungan tersebut diyakini dapat mempercepat pematangan gonad indukan lele.
“Selama ini pembudidaya banyak mengandalkan pakan komersial. Dengan teknologi ini, bahan alami seperti kunyit dapat membantu meningkatkan kualitas benih secara lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini diikuti oleh anggota Pokdakan Lele Speed dan melibatkan penyuluhan serta praktik langsung pembuatan pakan berbasis tepung kunyit. Proses dimulai dengan pencampuran pelet ikan dengan tepung kunyit dan CMC (Carboxymethyl Cellulose) sebagai perekat, kemudian dilakukan penepungan, pengeringan, dan pemberian pakan pada indukan lele.
Dosen pembimbing lapang, Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. “Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang aplikatif bagi pembudidaya. Harapannya, teknologi sederhana seperti ini bisa membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perikanan lokal,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen dengan bidang terkait, antara lain Vika Maulidiyah, S.Pi., M.Si. dan Muhammad Helmi, S.Pt., M.Agr.Sc.
Salah satu anggota Pokdakan mengaku mendapat wawasan baru dari kegiatan ini. “Kami jadi tahu bahwa bahan alami juga bisa membantu meningkatkan kualitas benih. Harapannya cara ini bisa kami terapkan dalam usaha sehari-hari,” ungkapnya.
Selain Mochammad Abbil Zachary, tim KKN UB PSDKU Kediri juga beranggotakan Peha Soven Satriya Mahendra, Dinda Willia Safitri, dan Laila Fitria Bimastiya dari Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, serta Rafi Al Hafizh dan Najmi Nurlaila Dwi Ryanti dari Program Studi Akuakultur. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari tiga dosen pembimbing lapang, salah satunya Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc.
Tim KKN berharap teknologi sederhana dan tepat guna ini dapat diadopsi oleh pembudidaya lele di daerah lain. “Inovasi ini diharapkan menjadi bagian dari sistem produksi yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berdaya saing di industri perikanan lokal,” tambah Abbil.






