Pasuruan (beritajatim.com) – Meski tempat kopi di wilayah Kota Pasuruan belum menjamur, Tresye Gunawan (27) berani membuka tempat kopi. Ditambah lagi warung kopi yang didirikan bersama keluarganya ini memiliki tema yang berbeda dibanding lainnya.
Tema yang diangkatnya yakni Kopitiam dengan konsep Malaysia dan Singapura. Kedai kopi toko 8 ini berada tepat di depan Klenteng Tjoe Tik Kiong, yang terletak di jalan Lombok, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
“Baru saja buka, masih 6 bulanan temanya sendiri kami ngangkat Chinatown, karena didukung depannya ada klenteng. Untuk jam bukanya kami buka mulai pukul 06.00 WIB sampai 22.00 WIB,” kata Tresye.
Tresye juga mengatakan bahwa dirinya membuka kedai kopi miliknya dari pagi untuk menyasar masyarakat yang ingin menikmati kopi di pagi hari. Tresye menargetkan penikmat kopi yang dijualnya mulai dari orang tua hingga anak muda.
Kopi yang dibuatnya juga sangat menyesuaikan lidah warga Kota Pasuruan. Bahkan dirinya menggunakan biji kopi pilihan yang sudah disortir.
“Kalau kopinya saya pakai dari Malang, dan kami menggunakan biji kopi robusta. Kalau diganti biji kopi lainnya, warga Kota Pasuruan kurang suka, dulu pernah dicoba,” lanjutnya.
Baca Juga: Kopi Telu Sawah Pandaan Pasuruan, Sediakan Wisata Edukasi
Selain kopi, kedai kopi 8 juga menjual makanan ringan, hingga makanan berat. Menu andalan makanan berat yang dipunya yakni, kwetiau. Kwetiau buatan kedai kopi 8 ini mempunyai ciri khas tersendiri, yakni lebih berminyak.
Bagi warga Kota Pasuruan yang ingin menikmati Kopitiam, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Hanya mengeluarkan Rp 5.000 hingga Rp 20.000, masyarakat sudah bisa menikmati hidangan ala toko kopi 8.
Tresye berharap pada pebisnis kopi lainnya tak perlu takut memulai bisnis. “Gak perlu takut, kita bisa saling sharing mulai dari biji kopi, hingga menjalankan bisnis kopi. Karena di Kota Pasuruan, bisnis kopi masih sedikit,” tutupnya. (ada/ted)






