Ringkasan Berita:
- Plt Wali Kota Madiun menerima banyak laporan terkait siswa yang belum diterima pada SPMB SMA 2026.
- Pemkot Madiun akan berkoordinasi dengan Cabdindik Jawa Timur untuk mencari solusi.
- Bagus Panuntun berharap siswa asal Kota Madiun tetap dapat bersekolah di SMA yang berada di wilayah kota.
- Penyelesaian persoalan akan dilakukan sesuai mekanisme kewenangan pemerintah provinsi.
Madiun (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Kota Madiun. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah daerah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait calon siswa yang belum memperoleh sekolah pada proses penerimaan tahun ajaran 2026.
Bagus mengatakan, laporan yang masuk menjadi perhatian pemerintah kota. Karena itu, Pemkot Madiun akan segera berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur untuk mencari solusi terbaik bagi para siswa yang belum diterima.
“Saya tadi pagi menerima banyak laporan. Ini menjadi perhatian kami. Setelah ini kami akan ke Cabdindik untuk menanyakan bagaimana solusi bagi warga Kota Madiun yang hari ini belum mendapatkan sekolah, khususnya jenjang SMA,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Bagus, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh siswa asal Kota Madiun tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di jenjang SMA, khususnya di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kota Madiun.
“Khususnya murid-murid Kota Madiun, saya minta wajib bisa sekolah di SMA yang ada di Kota Madiun,” katanya.
Ia menjelaskan, langkah lanjutan yang akan ditempuh Pemkot Madiun akan menyesuaikan mekanisme dan kebijakan yang diterapkan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai pihak yang memiliki kewenangan mengelola pendidikan tingkat SMA.
Karena itu, pemerintah kota memilih mengedepankan koordinasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai aturan yang berlaku tanpa mengabaikan hak siswa untuk memperoleh pendidikan.
“Nanti kami lihat pola yang dilakukan Cabdindik provinsi seperti apa. Koordinasi ini perlu kami lakukan lagi agar ada solusi bagi siswa yang belum diterima,” tandasnya. [rbr/beq]






