Jakarta (beritajatim.com)– Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F Al Rabiah, di Jeddah. Pertemuan ini membahas tiga isu utama terkait upaya peningkatan layanan bagi jamaah haji Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa diskusi yang berlangsung mencakup tiga hal utama untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji Indonesia.
“Ada tiga komponen yang kami bicarakan, semuanya bertujuan untuk memperbaiki layanan jamaah haji kita,” ungkap Menag melansir portal resmi Kemenag RI Kamis (16/1/2025).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochammad Irfan Yusuf, serta pejabat terkait lainnya. Menag menegaskan pentingnya pembicaraan ini untuk memastikan pelayanan haji yang lebih baik ke depannya.
Tiga Isu Penting yang Dibahas
Penambahan Petugas Haji
Menag Nasaruddin menyoroti kebutuhan mendesak akan tambahan petugas haji. Dengan lebih dari 42 ribu jamaah lansia berusia 65 tahun ke atas yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini, kebutuhan akan pendampingan semakin meningkat.
Saat ini, kuota petugas haji Indonesia hanya 2.210 orang, yang dirasa belum mencukupi untuk mendampingi seluruh jamaah, terutama yang lanjut usia.
“Dengan jumlah petugas saat ini, satu kloter yang terdiri dari 400 orang hanya didampingi tiga petugas. Ini jelas tidak memadai,” tegas Menag.
Pembebasan Biaya Masuk Masyair
Menag juga melobi agar para petugas haji Indonesia dibebaskan dari biaya masuk Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina). Kebijakan ini diharapkan dapat diterapkan kembali seperti tahun sebelumnya untuk meringankan beban petugas.
“Kami berharap tahun ini para petugas dapat bebas biaya seperti tahun lalu,” ujar Menag.
Penerapan Skema Tanazul
Menag mengusulkan penerapan skema Tanazul, yang memungkinkan jamaah haji untuk kembali ke hotel setelah melaksanakan Mabit di area sekitar Jamarat. Skema ini diyakini dapat mengurangi kepadatan di Mina dan meningkatkan kenyamanan jamaah.
“Dengan skema Tanazul, jamaah yang tinggal di sekitar Jamarat bisa kembali ke hotel untuk beristirahat, sehingga mengurangi kepadatan di Mina,” jelasnya.
Selain itu, Menag juga mengapresiasi penyelenggaraan haji oleh Pemerintah Arab Saudi dan menyatakan bahwa banyak negara lain tertarik belajar dari manajemen haji Indonesia. [aje]






