Magetan (beritajatim.com) – Masalah stunting masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Dalam konteks ini, periode 1.000 hari pertama kehidupan anak diakui sebagai masa krusial untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal, dengan pemenuhan gizi sebagai kunci utama.
Untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, PT Telkom Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) LMI melalui Program Pengentasan Stunting. Program ini menyasar 120 balita penderita stunting yang tersebar di Kabupaten Magetan.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Bersama LMI, kami ingin memastikan anak-anak ini mendapatkan gizi yang cukup untuk tumbuh optimal,” ujar Rini Astuti, perwakilan Telkom Indonesia, saat menghadiri kegiatan di Magetan.
Di Kabupaten Magetan, program difokuskan pada dua wilayah lokus, yakni Puskesmas Kawedanan dan Puskesmas Karangrejo. Masing-masing wilayah menargetkan 30 balita penerima manfaat. Selama 90 hari, program ini dijalankan dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, camat, tenaga gizi puskesmas, ketua TP PKK, kader posyandu, hingga para orang tua.
Berdasarkan data stunting per Desember 2024, tiga wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak di Magetan adalah Panekan (246 balita), Lembeyan (202 balita), dan Karangrejo (167 balita).
“Setiap hari anak-anak mendapatkan makanan tambahan bergizi dengan menu yang telah dirancang khusus oleh tim gizi puskesmas. Menu bervariasi setiap harinya agar anak tidak bosan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi yang berbeda,” terang dr. Nuraini, Kepala Puskesmas Karangrejo.
Program ini resmi diluncurkan pada Maret 2025 dan mulai diimplementasikan sejak pertengahan April. Para balita penerima manfaat secara rutin mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disesuaikan dengan standar gizi nasional.
Luqman Hadi, Kepala Kanwil LAZNAS LMI Jawa Timur, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari optimalisasi dana zakat yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Kami percaya, zakat harus hadir langsung menjawab persoalan umat. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan donatur benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, terutama anak-anak yang masa depannya dipertaruhkan akibat stunting,” jelasnya.
Ketua TP PKK Magetan, Ibu Sri Lestari, turut menyambut baik program ini. “Kami sangat terbantu dengan kolaborasi ini. Tidak hanya mendukung pemerintah dalam menurunkan angka stunting, tetapi juga membangun kesadaran orang tua akan pentingnya gizi seimbang sejak dini,” ujarnya.
Dengan sinergi yang melibatkan sektor swasta, lembaga zakat, dan pemerintah daerah, diharapkan program ini mampu mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas menyongsong Indonesia Emas 2045. [fiq/but]






