Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan kembali menggelar pasar murah untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Kegiatan kali ini digelar di Halaman Kantor Kecamatan Karas dengan menyediakan sebanyak 2.729 kupon bagi masyarakat.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Magetan, Suci Lestari, mengatakan pasar murah tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang telah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah.
“Ini tadi dilaksanakan pasar murah di Halaman Kantor Kecamatan Karas. Kupon yang dibagikan sebanyak 2.729,” ujar Suci, Kamis (27/8/2026)
Untuk harga masing-masing sembako yakni beras dijual seharga Rp 60.000 per kemasan 5kg dari harga normal Rp72.000. Untuk minyak goreng dijual seharga Rp17.000 per liter dari harga normal 22.000 per liter. Gula pasir dijual seharga Rp 13.500 per kg dari harga normal Rp 17.500. Kemudian, telur ayam dijual seharga Rp21.000 dari harga normal Rp 23.500 per kg. Serta daging ayam Rp 11.000 dari harga normal Rp19.000 per 0,5 kg.
Beragam komoditas disiapkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya beras premium kemasan 5 kilogram sebanyak 240 kemasan, gula pasir 625 kilogram, minyak goreng kemasan 800 bungkus, serta telur kemasan ½ kilogram sebanyak 207 bungkus.
Selain itu, pemerintah daerah menyediakan daging ayam kemasan ¼ kilogram sebanyak 160 bungkus, daging sapi sebanyak 80 kilogram, ikan segar lele kemasan ½ kilogram sebanyak 32 paket, dan ikan nila kemasan ½ kilogram sebanyak 26 paket.
Komoditas lainnya meliputi bawang merah sebanyak 108 kilogram, bawang putih kemasan ¼ kilogram sebanyak 108 bungkus, kentang, cabai keriting kemasan ¼ kilogram sebanyak 88 bungkus, serta cabai rawit kemasan ¼ kilogram sebanyak 70 bungkus.
Suci menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pasar murah belum dapat digelar di seluruh kecamatan. Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Magetan mengalokasikan kegiatan pasar murah di delapan titik.
“Kalau masalah tempatnya memang sebenarnya keinginannya kalau anggarannya banyak tentunya bisa kami lakukan di semua kecamatan. Tapi di tahun 2026 ini baru bisa menganggarkan delapan lokasi,” jelasnya.
Kegiatan di Kecamatan Karas tersebut menjadi titik keempat pelaksanaan pasar murah sepanjang 2026. Artinya, masih terdapat empat agenda pasar murah yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun.
“Untuk tahun 2026 ini masih ada empat kegiatan lagi. Kebetulan ini kan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia juga,” katanya.
Empat lokasi berikutnya masih akan dibahas oleh Pemkab Magetan, termasuk penentuan kecamatan yang menjadi sasaran serta momentum pelaksanaannya. Pemerintah daerah akan menyesuaikan lokasi dan waktu kegiatan dengan kebutuhan masyarakat serta agenda pemerintah daerah.
Menurut Suci, pasar murah tidak hanya ditujukan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang dinamis.
“Dengan kondisi perekonomian yang seperti ini kami ingin meringankan beban ekonomi masyarakat juga. Termasuk menjaga inflasi, mengendalikan inflasi, menjaga kestabilan harga,” tuturnya.
Subsidi yang diberikan pemerintah daerah diharapkan dapat membuat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Di sisi lain, intervensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli agar tetap terjaga.
“Dengan adanya subsidi daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
Pemkab Magetan masih memiliki empat titik pasar murah yang akan direalisasikan pada 2026. Penentuan lokasi dan momentum pelaksanaan akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah daerah agar program tersebut dapat memberikan manfaat secara lebih tepat sasaran bagi masyarakat. [ADV/fiq]






