Surabaya (beritajatim.com) – Aksi tawuran antar pesilat terjadi di simpang empat Jalan Ir. Soekarno (Merr) dan Jalan Arief Rahman Hakim, Jumat (17/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam peristiwa itu, satu anggota kepolisian dari Polsek Sukolilo menjadi korban dan mengalami luka-luka.
Mat Tohir (45), salah satu pedagang di sekitar lokasi mengatakan, aksi tawuran itu melibatkan sekitar belasan pesilat. Para pesilat tampak sudah mulai kejar-kejaran mengendarai sepeda motor dari Rungkut.
“Dari arah Rungkut itu tiba-tiba ramai mas sampai di perempatan Deles (Arif Rahman Hakim-Merr) mereka tawuran. Ada sekitar dua orang yang dikeroyok oleh hampir belasan orang,” kata Tohir kepada beritajatim.com, Minggu (18/1/2026).
Tohir saat itu menyaksikan sejumlah pesilat membawa senjata tajam (sajam) seperti celurit besar dan pedang. Beruntung, saat itu di sekitar lokasi ada anggota opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo yang sedang berpatroli mengenakan pakaian bebas. Tiga anggota Polsek Sukolilo itu lantas berhadapan dengan belasan pesilat yang membawa senjata tajam.
“Mereka (pesilat) sempat melawan tiga petugas yang berusaha membubarkan tawuran. Karena situasinya semakin kisruh, polisinya langsung kasih tembakan peringatan. Baru itu pesilatnya kabur,” jelas Tohir.
Salah satu anggota polisi yang membubarkan aksi tawuran itu sempat menangkap satu pesilat yang membawa senjata tajam. Salah satu anggota Polsek Sukolilo yang berada di lokasi sempat mencengkeram tubuh salah satu pesilat.
Namun, pesilat yang sudah siap diatas sepeda motor itu kabur dan membuat petugas yang sedang bertugas terseret hingga puluhan meter.
“Ada polisinya yang jadi korban karena keseret sana pesilat yang mau kabur. Lukanya cukup parah mas. Ada di wajah dan anggota tubuh bagian kiri. Kemarin ada sekitar tiga orang yang diamankan dan dibawa ke Polsek,” tutur Tohir.
Sementara itu, Kapolsek Sukolilo AKP Wahyu Sigit dan Kanit Reskrim AKP Condro saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, belum memberikan tanggapan resmi. [ang/suf]






