Blitar (beritajatim.com) – Genderang perang babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 resmi ditabuh. PSBI Blitar, sang raksasa dari Bumi Penataran, kini berdiri di ambang fase krusial. Tergabung dalam Grup GG, Laskar Singo Lodro dipastikan harus melewati jalan terjal demi menjaga asa promosi ke kasta lebih tinggi.
Hasil undian menempatkan PSBI Blitar di tengah kepungan kekuatan besar sepak bola Jawa Timur. Di Grup GG, mereka akan saling sikut dengan Akor FC Jombang, Persida Sidoarjo, dan kekuatan tradisional dari barat Jatim, Persinga Ngawi.
Meski kompetisi memasuki fase krusial di penghujung tahun, manajemen dan tim pelatih PSBI Blitar enggan mengendurkan syaraf. Fokus menjadi harga mati. Di bawah komando tim teknis, program latihan tetap berjalan intensif guna menjaga kebugaran dan sentuhan bola para pemain.
Kurnia Patmedi, perwakilan manajemen PSBI Blitar, menegaskan bahwa timnya tidak ingin terganggu oleh euforia libur akhir tahun. Latihan pun terus dikejar demi mencapai target lolos ke babak selanjutnya.
“Kami tetap fokus menghadapi babak 32 besar ini. Jadwal latihan sudah terprogram secara ketat, yakni empat kali dalam seminggu,” ujar Kurnia pada Selasa (23/12/2025).
Ia tidak menampik adanya tantangan logistik dan fokus pemain mengingat jadwal yang berhimpitan dengan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, komitmen skuad Singo Lodro tetap bulat untuk tetap berlatih bersama demi menjaga kekompakan tim.
Tergabung di Grup GG merupakan ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad PSBI. Persinga Ngawi dikenal memiliki pertahanan gerendel. Tim Persinga Ngawi pun lolos ke babak 32 besar dengan status juara grup M.
Tak kuat lainnya Persida Sidoarjo selalu memiliki talenta muda yang eksplosif. Tim sekota Deltras Sidoarjo tersebut bahkan berhasil memenangkan 4 laga di babak awal dan mengunci posisinya sebagai juara grup.
Akor FC Jombang pun tak jarang menjadi tim kuda hitam yang menyulitkan tim besar. Akor FC lolos ke babak 32 besar dengan status runner up sama seperti PSBI Blitar.
Bagi PSBI Blitar, laga di babak 32 besar bukan sekadar soal teknik di lapangan, melainkan ujian konsistensi. Dukungan suporter fanatik PSBI Blitar diharapkan mampu menjadi energi tambahan saat Laskar Singo Lodro melakoni laga-laga penentuan nanti.
“Kami akan tetap fokus untuk meraih hasil semaksimal mungkin,” tegasnya. [owi/beq]






