Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengambil langkah taktis untuk menyosialisasikan program unggulan Sekolah Rakyat. Tidak lagi sekadar mengandalkan pemaparan teori, Pemkot Blitar kini mengajak langsung para calon peserta didik beserta orang tua mereka untuk melakukan survei lapangan dan meninjau langsung fasilitas sekolah berasrama tersebut.
Langkah ini diambil demi memberikan gambaran nyata dan mengikis keraguan masyarakat terkait kenyamanan serta kualitas fasilitas yang akan digunakan dalam proses pembelajaran mendatang.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, mengungkapkan bahwa sebelumnya tim pendamping telah melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah (door-to-door). Namun, strategi tersebut dirasa belum cukup memberikan pemahaman yang utuh kepada orang tua murid mengenai konsep Sekolah Rakyat.
“Kemarin teman-teman pendamping sudah menyosialisasikan Sekolah Rakyat dari rumah ke rumah. Ternyata orang tua dan calon siswa masih perlu melihat langsung seperti apa sekolahnya, gedungnya, asramanya, sampai fasilitas yang nanti digunakan,” ujar Mas Ibin, Jumat (10/7/2026).
Setelah diajak berkeliling kompleks sekolah, respons dari masyarakat berubah drastis menjadi sangat positif. Rasa penasaran para calon siswa berubah menjadi ketertarikan kuat setelah menyaksikan langsung kualitas bangunan dan fasilitas penunjang yang telah disiapkan pemerintah.
“Kalau hanya dijelaskan dari rumah ke rumah, mereka belum punya gambaran. Begitu dibawa ke sini, mereka tahu seperti apa Sekolah Rakyat. Tadi saya tanya langsung, ternyata mereka berminat sekolah di sini,” imbuhnya optimis.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah resmi menetapkan 84 siswa sebagai angkatan pertama. Pemkot Blitar memastikan jumlah ini akan terus bergerak naik hingga memenuhi kuota yang ditargetkan.
Diketahui pada angkatan pertama ini total ada 270 siswa yang akan mengisi sekolah rakyat. Rencananya jumlah itu akan dibagi ke dalam 3 rombongan belajar (rombel). Targetnya maksimal 30 siswa per kelas demi menjaga efektivitas belajar.
Mas Ibin menegaskan, proyek prestisius ini tidak menyasar sembarang konsep, melainkan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil terbawah. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berasrama yang berkualitas dan gratis bagi mereka yang paling membutuhkan.
“Kami berharap setelah melihat langsung, antusiasme masyarakat semakin bertambah, bahkan bisa melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Pemkot Blitar saat ini tengah berkejaran dengan waktu untuk menyempurnakan infrastruktur sekolah. Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Juli agar seluruh fasilitas dapat difungsikan secara optimal.
Kendati pembangunan fisik masih berjalan di beberapa titik, agenda akademik dipastikan tidak akan molor. Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dijadwalkan akan tetap dimulai pada 14 Juli, sebagai penanda awal adaptasi siswa sebelum proses belajar mengajar berbasis asrama resmi dimulai secara penuh. (owi/ian)






