Mojokerto (beritajatim.com) – Pekan depan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Sebanyak tiga desa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau menjadi sasaran awal program dropping air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan penyaluran bantuan akan dilakukan setelah Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto tentang Siaga Darurat Bencana Kekeringan resmi diterbitkan.
“Untuk SK-nya sudah diproses di Bagian Hukum dan hari ini sudah naik ke Pak Sekda,” ungkapnya, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, keberadaan SK tersebut menjadi dasar administratif pelaksanaan penyaluran bantuan air bersih. Jika proses penetapan berjalan sesuai rencana, dropping air akan dimulai pada Senin (13/7/2026) pekan depan. BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, hingga saat ini terdapat tiga desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih.
“Begitu SK sudah selesai akan langsung disalurkan. Insya Allah mulai Senin depan. Ada tiga desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Desa Duyung, Kecamatan Trawas, serta Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro. Total warga terdampak di tiga desa tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.776 kepala keluarga (KK),” katanya.
Pada tahap awal, pasokan air bersih akan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui bantuan reguler. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah menyiapkan sekitar 300 tangki air berkapasitas masing-masing 4.500 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
“Kesiapan dilakukan mengingat musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi,” tegasnya. [tin/kun]






