Surabaya (beritajatim.com) – Kapten Surabaya Samator, Rama Faza Fauzan, mengakui absennya target dari manajemen membuat tim bisa tampil lebih lepas di babak final four Proliga 2026 yang digelar di DBL Arena pada 2–5 April 2026.
“Pasti bisa lebih lepas, tapi untuk pemain pasti punya target pribadi. Kalau saya pribadi apapun caranya usaha dulu, selanjutnya lihat hasil seperti apa,” ujarnya.
Pada laga perdana, Samator akan menghadapi Jakarta Bhayangkara Presisi pada Kamis (2/4/2026) pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, mereka dijadwalkan bertemu Jakarta LavAni Livin Transmedia pada Minggu (5/4/2026) pukul 16.00 WIB.
Hasil positif di pekan pertama akan menjadi modal penting untuk menghadapi dua seri berikutnya, yakni di GOR Sritek Solo pada 10–12 April dan GOR Jatidiri Semarang pada 16–19 April 2026.
Tim terbaik dari tiga seri final four akan melaju ke grand final yang dijadwalkan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta pada 21–26 April 2026.
Sementara itu, Manajer Samator, Hadi Sampurno, menyebut fokus utama tim musim ini adalah regenerasi pemain. Kehadiran pemain senior dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman serta meningkatkan mental bertanding para pemain muda.
“Kami coba beri tambahan mental dan jam terbang dengan bermain bersama senior. Harapannya bisa meningkatkan kualitas mental maupun permainan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa manajemen tidak membebani tim dengan target prestasi khusus. Para pemain diminta tampil maksimal tanpa tekanan.
“Kami tidak memasang target. Yang penting bermain sebaik mungkin, baik secara individu maupun tim. Jangan berpikir kalah atau menang, yang penting bermain lepas tanpa beban,” pungkasnya. (way/but)






