Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 3 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Blitar bakal digabung atau dilebur pada tahun 2025 ini. Penggabungan ini dilakukan setelah 3 SD tersebut tidak mendapatkan satu murid pun pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.
Anehnya ketiga SD Negeri yang tidak mendapatkan siswa baru tersebut justru berada di pinggiran kota dan bukan di daerah pesisir. Tentu ini cukup mengejutkan dan jadi perhatian oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.
“Yang jelas kita punya sekolah yang akan kita regrouping yang tidak menerima siswa itu ada di SD Negeri Pojok 3, Bangle 1 dan Satreyan 1,” ucap Adi Andaka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Senin (14/7/2025).
Menurut Andaka, ada beberapa faktor penyebab sekolah tidak dilirik oleh calon siswa baru. Salah satunya yakni banyaknya jumlah sekolah dasar dalam satu wilayah tersebut.
Persaingan yang semakin ketat ditambah jumlah calon siswa yang terbatas, tentu akan membuat salah satu sekolah akan kalah saing bahkan mati. Tentu kondisi ini perlu disikapi dengan cermat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.
“Semua bisa juga bisa masuk semua, kalau SMA lebih aman lagi karena jumlah siswanya lebih banyak ketimbang lembaganya kalau SMP ini kan merata, SD ini kita kan banyak yang dari MI dan lembaga-lembaga yayasan,” imbuhnya.
Jumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Blitar sendiri memang cukup banyak. Data Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar total ada 606 lembaga pendidikan yang beroperasional di Bumi Penataran, baik itu swasta maupun negeri.
Secara keseluruhan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini total calon siswa yang mendaftar di lembaga pendidikan Kabupaten Blitar mencapai 9.565 orang. Namun dari ribuan siswa tersebut masih ada 3 SD Negeri yang tidak mendapatkan siswa baru.
“Banyak faktor, kearifan lokal yang berpengaruh,” tegasnya. [owi/beq]







2 Komentar
Salah dua dari ketiga SD tsb berada di Kecamatan Garum. Kecamatan tempat Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berada. Ironi
Ini salah satu pemicu kurangnya murid dari dulu di informasikan regrup tp sampai saat ini belum ada kepastiannya