Surabaya (beritajatim.com) – KONI Jawa Timur bersiap menghadapi agenda olahraga baru bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang untuk pertama kalinya akan digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada Oktober 2025. Kejuaraan multievent ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga bela diri pada edisi perdananya.
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, mengungkapkan bahwa atlet yang akan diberangkatkan merupakan hasil seleksi dari dua ajang sebelumnya: PON Aceh-Sumut 2024 serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 yang baru saja selesai digelar di Malang Raya. “Kita akan ambil atlet-atlet yang mantan PON Aceh-Sumut atau jika diperlukan ada tambahan mereka yang baru bertanding di Porprov. Kriterianya akan kita buat bersama,” jelas Nabil, Kamis (31/7/2025).
Namun, tidak semua nomor pertandingan akan diikuti. Nabil menegaskan, hanya atlet dengan potensi meraih medali yang akan diboyong ke Kudus, demi menjaga efisiensi dan efektivitas keikutsertaan kontingen Jawa Timur. “Kita rasional dan proposional tidak semua nomor kita ikuti kalau memang tidak ada SDM atletnya,” imbuhnya.
Meski selama ini cabor bela diri belum menjadi unggulan Jawa Timur dalam multievent nasional, Nabil melihat PON Bela Diri sebagai momentum pembenahan dan evaluasi.
“Kita screening betul. Dari alat ukur beberapa multievent kita memang belum menunjukkan prestasinya istimewa. Tapi ini sebagai ajang awal. Karena beberapa single event combat ada prestasi bagus. Namun sayang salah satunya muaythai tidak dipertandingkan di periode awal ini,” tegasnya.
Sebagai bagian dari proses seleksi, para pelatih cabang olahraga bela diri akan melakukan screening atlet pada 28–31 Juli 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal dan mampu melahirkan atlet tangguh di level nasional.[kun]






