Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 50 siswa resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto.
Mereka akan mengikuti proses belajar dan tinggal di asrama yang menempati Gedung Diklat milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto.
“Penjaringan siswanya, kita dibantu Dinas Sosial pastinya. Kemensos dan BPS, penjaringan bukan dari hasil tes tulis tapi berdasarkan data miskin ekstrim. Rombel berdasarkan kondisi, sarana dan prasaran. Ini kan masih sementara, masih pinjam pakai,” ungkap Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto, Hery Susanto.
Tahun depan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto akan dibangun di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyiapkan lahan seluas 8 hektar. Pihaknya memastikan di Desa Banyulegi tersebut nantinya akan bisa menampung banyak siswa. Mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA.
“Ini masih jenjang SMP, memang cukupnya untuk dua rombel. Yakni ada sebanyak 50 siswa-siswa, 22 siswa dan 28 siswi. Sekolah Rakyat ini sekolah berasrama maka mereka per hari ini, habis pembukaan MPLS ini langsung tes CKG (Elektrokardiogram) dan malam langsung tinggal di asrama,” katanya.
Menurutnya, saat 50 siswa tersebut tinggal di asrama ada tata tertib yang harus ditaati. Seperti kunjungan orang tua nantinya akan diatur. Hal tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian para siswa. Para siswa diizinkan pulang ke rumah mengunjungi orang tua saat libur sekolah. Menurutnya, untuk libur hari Minggu, hanya kunjungan.
“Untuk sistem pembelajarannya, dimulai pagi sekolah seperti biasa jam 7 sampai jam 3, setelah sekolah ada jeda ishoma, jam 3 istirahat sampai jam 4. Kemudian ada ekstrakulikuler sampai jam 5, setelah itu istirahat bersih-bersih diri dan jam 6 dimulai pendidikan karakter, pendidikan agama, pendidikan moral,” katanya.
Sekolah Rakyat, lanjutnya, mendidik anak tidak hanya akademik dan olahraga tapi juga dari sisi mental dan karakter. Setelah mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) yang dihadiri Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra dan zoom serentak bersama Presiden Prabowo Subianto, para siswa dicek kesehatan sebelum masuk asrama.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyatakan jika Pemkab Mojokerto siap menggelar Sekolah Rakyat. “Kesiapannya tadi kita sudah keliling semuanya insya Allah sudah siap 100 persen. Kamar, UKS, ruang makan, asrama dan perpus. Makan tiga kali sehari, kami sudah siap melaksanakan program Sekolah Rakyat,” tegasnya. [tin/ted]







