Madiun (beritajatim.com) – Ratusan pelayat memadati rumah duka Andy Kristiantono atau yang akrab disapa Andie Peci di Jalan Tanjung Manis Nomor 61, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jumat (10/7/2026) petang.
Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mendoakan kepergian salah satu tokoh Bonek, suporter Persebaya Surabaya. Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung disambut keluarga, kerabat, serta para pelayat yang telah menunggu.
Di mata sahabat-sahabatnya di Madiun, Andie dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Meski menetap di luar kota, setiap kali pulang ke Madiun ia selalu menyempatkan diri berkumpul bersama teman-temannya.
“Kalau pulang ke Madiun pasti ngajak nongkrong, ngopi. Obrolannya ya seputar sepak bola, kehidupan, dan banyak hal lainnya,” ujar Bagus Saputra, salah seorang sahabat almarhum.
Menurut Bagus, Andie juga tidak pernah membeda-bedakan latar belakang teman saat berkumpul. Meski dikenal sebagai pentolan Bonek, ia tetap akrab dengan pendukung klub lain.
“Kalau nongkrong itu tidak pernah memandang dia Bonek atau suporter klub lain. Semua dirangkul, semua jadi teman,” katanya.
Sikap itulah yang membuat kepergian Andie meninggalkan duka mendalam bagi sahabat dan komunitas sepak bola di Madiun. Ratusan pelayat silih berganti datang ke rumah duka untuk mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. [rbr/suf]






